Skip to main content

follow us

Tips Menjaga Hubungan Kakak dan Adik Dalam Keluarga Harmonis


Dalam sebuah rumah tangga tentunya tidak lepas dari yang namanya anak karena mereka yang sangat diharapkan oleh ayah dan ibu. Ketika lahir anak pertama, sungguh bahagia tak terkira, seluruh kasih sayang tumpah kepada sang buah hati. Namun berbeda ketika anak kedua lahir, tidak banyak orang tua yang bisa memberikan kasih sayang yang sama, bahkan untuk mengkondisikan keduanya saat mereka bertengkar, mayoritas salah satunya harus mengalah.

Karena itulah kami sekedar sedikit berbagi tips bagaimana mengistimewakan setiap anak, menjaga persaingan yang sehat, mengatasi anak berkebutuhan khusus, menghindari rasa iri, dan bagaimana supaya orangtua tidak membandingkan setiap anak (kakak dan adik). Berikut cuplikannya:

Istimewakan Setiap Anak


Penting bagi setiap anak untuk merasa diistimewakan oleh ibu dan ayahnya. Penting pula bagi setiap anak merasa diperlakukan sama dengan saudara lainnya. Urutan kelahiran hendaknya tidak dijadikan alasan oleh ibu dan ayah untuk membedakan dalam perlakuan, semisal yang besar harus selalu mengalah.

Tips

  1. Usahakan menyediakan waktu bersama dengan setiap anak secara perorangan sesuai minat atau hobi masing-masing dan lakukan secara bergiliran harinya, disamping sesekali bermain bersama-sama dengan semua anggota keluarga.
  2. Perhatikan hal-hal kecil yang berhubungan dengan setiap anak, misalnya hari ulang tahun masing-masing, mengambil rapor masing-masing, bahkan sebagian orang Jawa melakukan puasa pada hari kelahiran anaknya masing-masing.

Menjaga Persaingan Yang Sehat


Dalam keluarga, di antara saudara tidak menutup kemungkinan terjadi persaingan. Persaingan tersebut masih positif sepanjang ukurannya pas (proporsional). Jika ada persaingan berarti ada ambisi, ada energi, dan ada usaha untuk berbuat yang terbaik. Namun jika persaingannya terlalu kuat, akan menimbulkan ambisi yang terlalu besar (ambisius), yang sering kali bisa menimbulkan hubungan negatif.

Tips:

  1. Beri pujian secukupnya (tidak berlebihan) pada keberhasilan yang diraih seorang anak.
  2. Pada kesempatan lain, anak lainnya juga diberi pujian atas kehebatannya, tentu di bidang lainnya. Misal, yang satu juara kelas, yang lainnya punya banyak teman atau juara menyanyi, dan lainnya.
  3. Setiap anak secara seimbang dan bergiliran menerima pujian atas segala kebaikan yang dilakukannya. Dengan demikian setiap anak akan merasa sama hebat di bidang masing-masing.

Anak Berkebutuhan Khusus


Memperlakukan anak yang berkebutuhan khusus juga tidak dibedakan dengan saudaranya yang lain, yaitu secara wajar. Beberapa orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus terlalu membedakannya, antara lain dengan selalu menolong si anak dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti melayani kebutuhan diri sendiri. Pada kasus lain, kadang anak disembunyikan karena dianggap aib oleh keluarganya. Padahal, harusnya tidaklah demikian. Ibu dan ayah harus mempersiapan anak berkebutuhan khusus agar ia berkembang maksimal sesuai kemampuan yang dimilikinya dan mandiri.

Tips:

  1. Beri kesempatan pada anak berkebutuhan khusus untuk berlatih mengatasi masalahnya sendiri, jangan terlalu banyak ditolong.
  2. Beri kesempatan anak berkebutuhan khusus untuk banyak bergaul, jangan disembunyikan di rumah. Biarlah mereka melakukan kontak sosial (berhubungan) dengan banyak orang, sebagai bekal kelak mereka juga bergaul dengan banyak orang.

Jangan Membandingkan Setiap Anak


Setiap anak memiliki kelebihan dan sekaligus kekurangan dibandingkan dengan anak lainnya. Jika diukur secara total akan diketahui , pada hakikatnya mereka semua sama, dengan suatu kelebihan dibandingkan lainnya, serta memiliki pula kelemahan dibandingkan lainnya. Oleh karena itu, jangan pernah membandingkan seorang anak dengan anak lainnya, termasuk saudaranya.

Tips:

  1. Terimalah anak apa adanya, dengan tetap memberikan kasih sayang yang tulus kepada setiap anak tanpa berat sebelah.
  2. Pahami dan yakini, setiap anak sudah dibekali oleh Tuhan, kemampuan berkembang dan mengatasi masalahnya sendiri, sejak saat kecil hingga pada masa dewasanya kelak. Tugas ibu dan ayah adalah mendorong setiap anak untuk selalu belajar mengatasi masalahnya sendiri.
  3. Setiap kelebihan anak bernilai sama, tidak ada kelebihan tertentu yang bernilai lebih tinggi dari kelebihan anak lainnya. Ibu dan ayah harus mengakui dan menghargai setiap kelebihan tersebut.
  4. Jangan membandingkan dengan menyebut satu anak lebih hebat dari yang lainnya, karena setiap anak memang diciptakan berbeda.

Menghindari rasa Saling Iri


Salah satu sifat alamiah dalam bersaudara adalah rasa iri. Namun, rasa iri ini jika tidak dikelola dengan baik akan dapat berdampak negatif. Agar tidak terjadi iri bukan dengan cara menyamakan semua yang diterima masing-masing anak, mengingat di kemudian hari nasib mereka hampir pasti berbeda. Selain itu, sering kali kita sulit mendapatkan hal-hal yang sama untuk lebih dari satu anak. Oleh karena itu, anak perlu diajarkan untuk mensyukuri apa pun yang diterimanya.

Tips:

  1. Biasakan anak-anak menerima sesuatu yang berbeda, misalnya tentang baju, warna dan bentuknya berbeda. Agar sama-sama puas, secara bergiliran mereka memilih duluan.
  2. Berikan dongeng tentang nilai-nilai bersyukur ataupun dampak negatif jika punya sifat iri kepada sesamanya.

Begitulah tips dari kami tentang menjaga hubungan kakak dan adik dalam seebuah rumah tangga harmonis, semoga bermanfaat dan bisa membantu...
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar