Skip to main content

follow us

Gejala, Penularan, Penanganan dan Pencegahan Flu Singapura


Flu Singapura atau dalam dunia kedokteran dikenal sebagai Han, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit kaki, tangan dan mulut ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasa terjadi pada kelompok masyarakat yang padat (perkampungan, sekolah, Tempat penitipan) terutama menyerang anak-anak yang berusia 2 minggu hingga 5 tahun.

Bagaimana Gejala Flu Singapura?


Gejala penyakit diawali dengan demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti nyeri tenggorokan atau infeksi tenggorokan (faringitis), sulit makan dan minum karena nyeri akibat luka dimulut dan lidah. Kadang disertai sedikit pilek atau gejala seperti flu. Setelah itu muncul vesikel / lepuhan (kulit menggelembung berisi cairan) yang kemudian pecah. Muncul pula luka di mulut seperti sariawan disekitar lidah, gusi, pipi sebelah dalam, terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Bersamaan dengan itu tumbuh ruam atau lepuhan yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki, bahkan kadang-kadang ada di bokong.

Pada bayi atau anak usia dibawah 5 tahun yang timbul gejala berat harus segera dibawah ke rumah sakit. Gejala yang dianggap berat adalah hiperpireksia (suhu lebih dari 39ÂșC) atau demam tidak turun-turun, denyut jantung sangat cepat (tachicardia), sesak, malas makan minum, muntah atau diare dengan dehidrasi (kekurangan cairan), badan sangat lemas, kesadaran turun atau kejang-kejang.

Bagaimana Penularan Flu Singapura?


Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui ingus (pilek), air liur, tinja dan cairan lepuhan. Sedangkan penularangan kontak tidak langsung bisa melalui barang seperti handuk, baju, peralatan makan dan minum, serta mainan yang terkontaminasi.

Virus ini tersebar dari kotoran seorang yang terkena ke mulut orang lain lewat tangan tercemar, tapi bisa juga disebarkan lewat lenir mulut atau sistem pernafasan dan sentuhan langsung dengan cairan didalam lepuhannya. Sesudah berhubungan dengan orang yang terkena, biasanya makan waktu 3-5 hari baru lepuhnya timbul. Selama masih ada cairannya, lepuh ini bisa menulari

Bagaimana Penanganan Penyakit Flu Singapura?


Penyakit Flu Singapura termasuk penyakit "self limiting disease" atau penyakit yang sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Sebagaimana umumnya penyakit virus, HFMD pun tidak memiliki obat khusus antivirus-nya. Maka terapi pada kasus HFMD hanya bersifat meredam keluhan dan gejalanya saja (symtomatic). Jika diperlukan, orang tua bisa memberikan obat anti demam, anti nyeri, dan juga anti gatal pada putra putrinya yang sedang terkena HFMD.

Selain itu, penderita perlu beristirahat karena daya tahan tubuhnya sedang menurun. Pemberian cairan khusus mencukupi untuk mencegah dehidrasi (kekurangan cairan) yang disebabkan sulit minum dan demam.

Kulit yang berlepuh perlu dirawat khusus jangan sampai terinfeksi oleh kuman. Jika tidak dirawat, lepuhan yang pecah bisa tercemar kuman sehingga menjadi bisul bernanah. Infeksi ikutan (sekunder) pada kulit berlepuh akan menambah buruk kondisi anak yang dapat menyisakan bekas borok pada kulit.

Bagaimana Pencegahan Flu Singapura?


  • Mencuci tangan dengan sabun dan air sesudah ke WC, sebelum makan, sesudah membuang ingus, dan sesudah mengganti popok, atau pakaian kotor
  • Hindari pinjam-meminjam alat makan/minum (piring, sendok, gelas), alat kebersihan pribadi, (handuk, lap muka, sikat gigi) dan pakaian (termasuk sepatu dan kaus kaki)
  • Mencuci pakaian kotor dengan baik dan higienis
  • Hendaknya menutup mulut dan hidung dengan baik ketika batuk dan bersin
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar