Skip to main content

follow us

Apa Saja Penyebab Kolik Pada Bayi dan Terapi Untuk Mengatasinya


Apa Saja Penyebab Kolik Pada Bayi dan Terapi Untuk Mengatasinya. Terkadang orang tua kebingungan karena tiba-tiba saja bayinya menangis keras. Selain alasan lapar dan mengompol, anda perlu mewaspadai terjainya serangan kolik pada si kecil. Istilah “kolik” digunakan saat bayi mengalami rasa sakit perut yang sangat hebat dan ditunjukkan oleh bayi secara khas, yaitu dengan "tangis sakit" yang melengkung. Biasanya kolik pada bayi terjadi karena kram usus atau disebut juga kolik infantil.

Kolik adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika bayi terus menangis tanpa sebab yang jelas dan sulit dikendalikan. Kolik biasanya terjadi pada bayi sehat yang berusia di bawah 5 bulan, di mana ia bisa menangis hingga lebih dari tiga jam selama kurang lebih tiga hari berturut-turut.

Apa Penyebab Kolik pada Bayi?


Kolik pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah kesulitan sistem alat pencernaan bayi dalam menerima laktosa atau zat gula yang terkandung dalam susu yang dikonsumsinya. Bisa juga karena intoleransi (tidak tahan) terhadap susu sapi yang menyebabkan usus bayi harus bekerja keras sehingga terjadi ketegangan pada usus dan terjadilah kolik. Faktor psikologis dasar bayi yang terganggu juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya kolik.

Kolik paling banyak terjadi pada bayi usia dibawah enam bulan, hal ini karena sistem pencernaannya yang belum sempurna, terutama kemampuan gerak dan kerja usus yang tidak seperti orang dewasa. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, maka fungsi pencernaannya akan makin baik dan gangguan kolik insyaallah akan semakin jarang / berkurang

Bagaimana Mengenali Gejala Kolik?


Bayi yang sedang mengalami kolik akan menunjukkan segala khas berupa tangisan yang melengking dan keras. Tangisan histeris bayi yang sedang kolik biasanya bisa dibedakan dengan tangisan karena mengompol, lapar atau haus. Kadangkala bayi juga menunjukkan gejala gelisah, hal ini terjadi karena nyeri perut yang dirasakan bayi begitu besar

Apakah Kolik ini Berbahaya?


Anda tidak perlu risau berlebihan karena pada kebanyakan kasus, insyaallah kolik dapat sembuh dengan bantuan sederhana seperti menenangkan bayi atau hanya dengan mengolesi perut bayi dengan minyak telon. Anda perlu waspada jika kolik terjadi cukup sering dan dalam waktu yang cukup lama, bisa jadi hal ini akibat adanya sumbatan pada usus bayi. Anda perlu segera memeriksakan bayi Anda ke dokter agar dapat dicari penyebabnya dan dapat segera dapat penanganan yang tepat

Apa yang Bisa Dilakukan jika Bayi Mengalami Kolik?


  1. Bersikaplah tenang dan jangan panik supaya Anda tetap dalam berpikir rasional. Sikap tenang Anda juga dibutuhkan untuk menenangkan bayi Anda yang menangis histeris
  2. Jika bayi Anda ada ditempat tidur, segera pindahkan ke ayunan, atau Anda bisa menggendong sambil mengayun-ayunkan tubuhnya.
  3. Alihkan perhatian bayi yang sedang kolik dengan benda-benda disekitarnya yang menarik perhatian bayi, misalnya dengan menggunakan mainan kesukaannya atau benda-benda beraneka warna
  4. Jika tangisan bayi sudah mulai mereda dan bayi keliahatan lebih tenang, segera periksa perutnya. Jika kembung, Anda dapat mengoleskan minyak telon di perutnya sambil mengelus-elus tubuh bayi supaya bayi merasa nyaman dalam belaian Anda
  5. Setelah itu Anda bisa menidurkannya. Gendonglah bayi dengan posisi kepala bayi diatas pundak Anda sambil dielus-elus bagian punggungnya
  6. Berikan ASI (Air Susu Ibu) untuk memenuhi kebutuhan isap bayi Anda

Bermacam-macam Pilihan Terapi Kolik


  1. Terapi suara lembut. Para pakar kesehatan percaya kalau suara lembut dapat menenangkan bayi termasuk bayi yang sedang mengalami kolik. Bayi yang menangis tanpa sebab dapat ditenangkan dengan memberikan rangsangan pada indera pendengarannya. Misalnya dengan mendengarkan suara kicauan burug atau gemercik air. Suara ini diperdengarkan terus menerus pada bayi sampai bayi menjadi tenang
  2. Gerakan atau getaran yang ritmis dan kontinu. Sebuah penelitian menemukan bahwa gerakan atau getaran yang ritmis dan kontinu (terus menerus) terbukti dapat meredakan kolik. Salah satu caranya adalah dengan mengajak bayi yang tengah koplik menaiki kendaraan atau meletakkannya diatas kereta dorong dan mendorongnya berkeliling rumah
  3. Terapi pijat bayi. Pijat bayi diakui mempunyai banyak manfaat, salah satunya adalah dapat meredakan nyeri kolik pada bayi. Yang harus diingat, Anda tidak boleh sembarangan memijat bayi karena bagian-bagian tubuh bayi masih sangat lemah. Untuk mengurangi kolik ini, dianjurkan untuk melakukan pemijatan pada saat kolik sedang berlangsung dan menjelang bayi tiur. Para peneliti juga menemukan bahwa bayi-bayi yang dapat dipijat akan lebih tenang, tidak gelisah, lebih teratur waktu bangun dan tidurnya, serta memiliki interaksi yang lebih baik dengan orang tuanya.

Tips Pijat Bayi untuk Meredakan Kolik


  1. Angkat kedua kaki bersamaan kearah perut dan ulang beberapa kali. Pijat lembut daerah perut (jangan ditekan) dengan minyak bayi atau minyak telon yang hangat.
  2. Pediatric Osteopathic : metode pemijatan dengan menekan tengkorak bayi turun perlahan-lahan kearah pantat lewat belakang leher dan punggung. Cara ini dipercaya dapat meningkatkan kerja usus dan menenangkan bayi hingga tertidur pulas.
  3. Pijatan chiropractic : pemijatan lembut disekitar tulang punggung. Pijatan dilakukan menggunakan satu jari pada sendi-sendi punggung bayi. Setelah dipijat dengan cara ini biasanya bayi yang sedang kolik akan lebih tenang.
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar