Skip to main content

follow us

Mengenal dan Cara Menangani Gondongan atau Parotitis


Mengenal dan Cara Menangani Gondongan atau Parotitis. Penyakit gondongan atau parotitis adalah penyakit akibat infeksi virus yang sangat menular. Virus paramyxovirus menyerang kelenjar ludah (parotis) diantara telinga dan rahang sehingga menimbulkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah. Penyakit ini sering dialami oleh anak usia 2-12 tahun.

Penyebaran virus dapat terjadi melalui kontak langsung dan percikan lidah. Maka dari itu, tak heran jika penyebarannya sangat cepat terjadi di suatu daerah tertentu. Permukiman padat penduduk, sekolah, pondok pesantren, asrama dan tempat penitipan anak merupakan tempat yang paling rentan terjadi penyebaran penyakit gondongan.

Tak Sekedar Pipi Bengkak


Mendengar kata "gondongan", pikiran kita akan segera membayankan seseorang dengan kedua pipinya bengkak atau membesar. Namun siapa sangka, ada juga yang tidak menyadari kalau dirinya atau mungkin putra-putrinya telah terkena gondongan. Banyak yang datang ke dokter dengan keluhan nyeri telan, sakit gigi, sakit gusi, atau demam saja. Hal ini bisa terjadi terutama pada anak-anak yang belum bisa menunjuk rasa sakitnya dengan cepat.

Gejala yang menyertai gondongan memang bervariasi. Ada yang hanya mengeluhkan nyeri telan tanpa demam, ada yang disertai demam tingi, ada yang pembengkakannya sangat terlihat jelas kedua sisi, ada yang hanya sebelah saja, dan ada juga yang hanya sebelah saja, dan ada juga yang hanya bengkak dibagian bawah telinga sehingga tidak tampak
Pada tahap awal, penderita mengalami gejala demam (1-2 hari), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut)

Selanjutnya terjadi pembengkakan dibawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar membengkak. Kelenjar-kelenjar dibawah dagu juga bisa menjadi lebih besar dan membengkak. Pembengkakan biasanya terjai sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis. Gejala ini sangat bervariasi dan tidak selalu dialami secara lengkap oleh penderita

Bagaimana Cara Menangani Gondongan?


Penyakit gondongan termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Penyakit gondongan disebabkan oleh virus sehingga tidak membutuhkan antibiotik dalam pengobatan.

Penderita gondongan hanya memerlukan istirahat cukup dan nutrisi yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika diperlukan, boleh diberikan obat penurun panas dan anti nyeri, tergantung gejala yang muncul.

Sebaiknya penderita menghindari makanan asam supaya tidak bertambah nyerinya. Selai itu, diberikan makanan lunak untuk mempermudah pengunyahan, seperti bubur, dengan lauk yang empuk sehingga meringankan proses pengunyahan

Waspadai Komplikasi Gondongan


Hampir semua anak yang menderita gonongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah 2 pekan. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur (seperti testis, indung telur, selaput otak, prankreas, ginjal atau sendi). Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi jika gondongan tidak segera ditangani:

  • Orkitis atau peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testisyang permanen sehingga terjadi kemandulan
  • Ovoritis atau peradangan pada salah satu atau kedua indung telur. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan
  • Ensefalitis (radang otak)atau meningitis (radang selaput otak). Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang
  • Pankreatitis atau peradangan pankreas. Bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah yang disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 pekan dan penderita akan sembuh total
  • Peradangan ginjal. Kondisi ini bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah banyak
  • Peradangan sendiri. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi

Pihak sekolah hendaknya menghimbau para orang tua untuk tidak mengantar anaknya kesekolah dulu sampai anak benar-benar sembuh. Hal ini bertujuan untuk memulihkan kondisi anak yang sedang sakit dan mencegah penularangan pada anak yang lain. Bagi anak-anak yang bersekolah dengan sistem boarding school atau asrama seperti pondok pesantren (ponpes), maka pihak ponpes sebaiknya menyediakan tempat khusus untuk perawatan anak-anak yang sedang sakit.

“Blau” untuk obat Gondongan, Fakta atau Mitos?

Pengunaan "Blau" yaitu sabun cuci berwarna biru (biasanya untuk memutihkan baju) yang dioleskan ke pipi ketika mengalami gondongan hanyalah mitos. Hal ini diyakini secara turun temurun dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Penggunaan blau sejatinya hanya untuk membuat anak-anak yang terkena gonongan malu keluar rumah karena pipinya berwarna biru, sehingga anak tersebut bisa beristirahat di rumah dan meminimalkan resiko penularan kepada anak-anak lain. Cara-cara seperti ini tentunya tidak perlu kita pakai lagi. Kita cukup melakukan langkah-langkah penanganan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar