Skip to main content

follow us

Yuk mengenal Koloni Semut Yang Mengagumkan


Binatang yang satu ini termasuk serangga yang sering kita temui sehari-hari, baik dirumah, kantor, jalanan, pepohonan dan dimana saja. Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak memiliki paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada untuk sirkulasi udara. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang fungsinya mirip dengan jantung. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf yang berada di sepanjang tubuhnya.

Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga lainnya, memiliki mata yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan polarisasi.

Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan yang buruk, bahkan beberapa jenis dari mereka buta. Pada kepalanya juga terdapat sepasang antena yang membantu semut mendeteksi rangsangan kimiawi. Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu, antena semut juga berguna sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya.

Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan. Pada beberapa spesies, di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lainnya.

Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan. Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap. Namun, setelah kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak bersayap. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap.

Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting, termasuk organ reproduksi. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi sarangnya. Spesies semut seperti Formica yessensis memiliki kelenjar penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan.

Komposisi anggota koloni dalam sarang. semut sendiri terdiri atas tiga kasta; semut jantan, betina dan pekerja.

  1. Semut betina (ratu): menghasilkan telur sebanyak-banyaknya sehingga memiliki badan yang lebih besar
  2. Semut jantan (raja): memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada semut betina (ratu), kepala berbentuk bulat, rahang mereduksi, dan antena panjang dan ramping. Raja ini bersayap sehingga bisa terbang mengikuti ratu dan bertugas mengawini ratu. berumur sangat pendek karena segera mati setelah perkawinan.
  3. Semut pekerja: merupakan rakyat dari masyarakat sosial semut.

Dalam kesehariannya semut berkomunikasi dengan berbagai cara (bahasa) diantaranya:

  • Bahasa kimia: bahasa kimia ini berupa cairan yang disebut ektohormon
  • Bahasa antena: dengan menggunakan gerakan antena sebagai isyarat yang ditujukan kepada semut lain untuk suatu pesan. Contohnya, dua pukulan antena semut pada semut pekerja sebagai isyarat untuk memuntahkan makanan. komunikasi semut melalui penciuman antena dapat membedakan bau koloni dan sarang. Dengan cara ini setiap individu dapat mengenali apakah semut lain itu berasal dari koloni yang sama atau koloni yang berbeda. perbedaan pesan pada bahasa ini diisyaratkan dalam bentuk variasi kekerasan pukulan antena, oleh karena itu bila antena dua semut dihilangkan keduanya tidak bisa membedakan kawan atau lawan. akibatnya, kedua semut itu akan berkelahi walaupun keduanya sama dalam satu koloni.
  • Bahasa suara: memakai suara yang sangat halus dengan cara melakukan stridulasi, semut akan mengeluarkan suara jika kebebasan rakyatnya dibatasi atau diganggu. Di Indonesia terdapat sekitar 215 jenis semut.

Referensi: ensiklopedi nasional edisi fauna - al-Aziz ala syarhil wajir, XII/136 - kitabus shaid, II/1075 - al-Hadits, 3220
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar