Manfaat dan Khasiat Darah Burung Bangau Serta Habitatnya

Manfaat dan Khasiat Darah Burung Bangau Serta Habitatnya

Manfaat dan Khasiat Darah Burung Bangau Serta Habitatnya


Manfaat dan Khasiat Darah Burung Bangau Serta Habitatnya. Kemampuan burung bangau dalam beradaptasi untuk mengarungi air dangkal dan rawa-rawa dengan jari kakinya yang berselaput sempit. Bangau makan binatang air tawar dan serangga besar. Bangau adalah binatang penerbang ulung, dengan leher manjulur ke depan dan tungkai yang memanjang ke belakang, beberapa diantaranya memiliki kemampuan terbang layang yang terampil memanfaatkan arus udara.

Badan yang berukuran besar, bersifat monogami, dan kesetiaan pada tempat bersarang menjadikan burung Bangau sering dijadikan simbol pembawa kebahagiaan di dalam banyak kebudayaan dan mitologi. Jumlah telur 3-6 butir dan dierami selama hampir 30-40 hari. Pada masa perkawinan, kedua burung ini tidak pernah meninggalkan sarangnya terlalu lama. Yang betina mengeram pada malam hari, sedang yang jantan mengeram pada siang hari. Burung bangau umumnya bersarang di pepohonan, terkadang di atas bukit batu atau di atas gedung, dan umumnya lebih senang hidup berkelompok.

Sarang digunakan untuk beberapa tahun, berukuran sangat besar, diameter hingga 2 meter. dan kedalaman sarang 3 meter. Bangau pernah dikira monogami, tapi ternyata tidak selalu benar. Bangau cenderung setia pada sarang dan pasangannya, tapi mungkin juga berganti pasangan sehabis migrasi atau pergi bermigrasi tanpa ditemani pasangannya. Bangau merupakan burung yang berat dengan rentang sayap yang lebar. Spesies Leptoptilos crumeniferus dari Afrika mempunyai rantang sayap 3,2 meter, sehingga dijuluki sebagai "burung darat dengan rentang sayap terpanjang di dunia" bersaingan dengan burung Kondor dari Pegunungan Andes.

Selain itu, ternyata menurut beberapa pendapat darah burung bangau sangat bermanfaat untuk mengobati penyakit kusta dengan cara dioleskan ke seluruh tubuh. Menurut sebagian ulama daging burung bangau ini haram dimakan, karena masuk kategori binatang yang menjijikkan.

Referensi : Ar-Raudlah lin Nawawi, II/541 - ensilkopedi nasional edisi fauna.