Skip to main content

follow us

Kenapa Anak Anda Suka Menghisap Jarinya? Ini Dia Solusinya


Kenapa Anak Anda Suka Menghisap Jarinya? Ini Dia Solusinya. Jika bayi menghisap jari sangat wajar, tapi jika terjadi pada usia anak diatas tiga tahun tentunya sangat merisaukan orang tua. Kebiasaan ni bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah kurang terpenuhinya masa menghisap pada saat bayi.

Biasanya anak-anak yang terlalu cepat disapih membuat perkembangan masa oral yaitu menghisap pada bayi kurang terpenuhi. Selain itu, kurang terkontrolnya motorik anak juga bisa menyebabkan anak lebih suka mengungkapkan perasaannya dengan cara menghisap jari dan akhirnya lama kelamaan menjadi kebiasaan. Ditambah lagi jika anak mengalami ketagangan emosional. Anak yang merasa takut dan tertekan juga sering menunjukkan perilaku ini.

Dampak dari Kebiasaan Menghisap Jari


Kebiasaan menghisap jari yang sekilas nampak sepele ini bisa berdampak pada perkembangan sosialnya, sehingga anak jadi kurang merespon lingkungannya karena terlalu nyaman dengan menghisap jarinya sendiri. Disamping itu, anak cenderung melamun sambil menikmati kebiasaan dan hal ini dapat membuat anak memiliki hambatan penyesuaian diri dengan lingkungannya

Selain berakibat pada mental anak, menghisap jari juga akan mempengaruhi bentuk gigi dan wajah, bahkan dapat menyebabkan kesulitan saat mengunyah.

Mencegah Kebiasaan Menghisap Jari


Untuk mencegah supaya anak tidak punya kebiasaan menghisap jari, maka berikan kesempatan yang cukup untuk anak menghisap pada masa bayinya. Usahakan sebisa mungkun untuk memberikan ASI dan tidak menyapihnya sebelum genap berusia 2 tahun.

Jika Anak Terlanjut Suka Menghisap Jari


Jika anak sudah terlanjur mempunyai kebiasaan menghisap jari, berikan permainan aktivitas tangan (jika anak berusia diatas 2 tahun) untuk mengalihkan perhatiannya dari menghisap jari. Misalnya seperti bermain puzzle (merangkai potongan gambar), mewarnai atau menggambar.

Jika anak cenderung menghisap jari ketika sedang stress, maka lakukan pendekatan pada anak. Tanyakan apada anak apa yang membuatnya sedih lalu tawarkan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. Tunjukkan bahwa kita bisa memahami perasaannya, sehinga akan muncul peraaan aman dan dicintai.

Jangan menghukum, memarahi atau menarik tangan anak secara paksa, karena cara ini justru akan memperparah masalah. Sebaiknya ingatkan anak untuk tidak menghisap jari dengan cara yang halus.
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar