Ketahui Penyebab, Gejala, Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Anak Cacingan

Ketahui Penyebab, Gejala, Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Anak Cacingan

Ketahui Penyebab, Gejala, Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Anak Cacingan


Ketahui Penyebab, Gejala, Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Anak Cacingan. Penyebab, Gejala, Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Anak Cacingan. Orang tua sering khawatir dengan berat badan buah hatinya yang tidak kunjung bertambah. Tubuh anak yang kurus akibat sulit makan membuat orang tua mencurigai apakah buah hatinya mengalami cacingan. Anak lebih rentan terhadap penyakit cacingan, karena pada umumnya sistem pencernaan anak belum sempurna dan daya tahan tubuhnya juga masih lemah. Karena banyak yang penasaran, disini kita akan mengetahui tentang sebab, gejala / ciri-ciri anak cacingan. Dan bagaimana cara mengobati serta mencegah cacingan pada anak?

Ada beberapa macam penyebab cacingan, baik yang disebabkan oleh cacing pita (Taenia solium, Taenia saginata), cacing tambang (Necator americanus, Ancylostoma duodenale), dan lain-lain. Gejala penyakit cacingan bervariasi tergantung dari cacing penyebabnya. Cacingan yang paling sering terjadi adalah cacingan yang disebabkan oleh jenis cacing gelang Ascaris lumbricoides, dan penyakit cacingan jenis ini disebut juga "Ascariasis". Ascaris lumbricoides merupakan cacing umum yang menyerupai cacing tanah, ditemukan di usus halus dan daoat menyebabkan nyeri kolik atau diare (mencret) terutama pada anak-anak.

Pada awalnya, telur cacing tersebut keluar bersama tinja seseorang yang sakit cacingan, kemudian telur ini akan menjadi infektif (matang) setelah berada ditanah selama 3 pekan. Selanjutnya orang lain bisa terinfeksi ketika tanpa sengaja menelan telur cacing tersebut (misal pada anak yang punya kebiasaan bermain tanah dan memasukkan tangannya pada mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu). Telur akan berkembang menjadi larva (tahap perkembangan dari telur menjadi cacing dewasa) dan selanjutnya akan menjadi cacing dewasa didalam usus halus setelah melalui siklus paru

Apa Saja Gejala Cacingan Pada Anak?


Gejala cacingan muncul akibat adanya larva maupun cacing dewasa. Adanya larva dalam tubuh akan menimbulkan batuk dan demam. Sedangkan gejala yang disebabkan oleh cacing dewasa adalah mual, muntah, nafsu makan berkurang, muka pucat, lesu, diare, atau susah buang air besar. Pada keadaan yang berat dapat menyebabkan malabsorbsi (gangguan penyerapan zat makanan), maka tidak heran jika berat badan anak yang menderita cacingan cenderung tidak kunjung baik dan biasanya kurang gizi.

Akibat lainnya yang tak kalah berat adalah terjadinya obstruksi (sumbatan) usus akibat adanya cacing yang mungkin saja ukurannya cukup besar sehingga menyumbat usus. Cacing dewasa yang mengembara ke organ-organ tubuh yang lain akan menimbulkan gangguan tersendiri, misalnya kesaluran empedu, appendiks (umbai cacing), atau bronkhus (cabang paru). Diagnosis cacingan akan semakin jelas dengan ditemukannya telur cacing dalam tinja atau keluarnya cacing dewasa lewat muntahan atau tinja penderita.

Berbahayakah Penyakit Cacingan Pada Anak?


Pada dasarnya, selama tidak terjadi obstruksi (sumbatan) oleh cacing dewasa yang bermigrasi maka dengan pengobatan yang memadai kemungkinan sembuhnya cukup besar, biidznillah. Namun demikian, kita perlu mengetahui bahwa penyakit cacingan yang dibiarkan berlanjut tanpa diobati akan mengakibatkan terjadinya anemia (kurang darah), gizi kurang, serta dapat menurunkan produktivitas dan efektivitas kerja. Disamping itu, pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif (kemampuan berpikir) anak dapat terganggu jika penyakit cacingan ini dibiarkan berlanjut

Bagaimana Langkah Pengobatan Cacingan?


untuk mengobati penyakit cacingan, dapat diberikan obat cacing dengan dosis sesuai berat badan anak. Pada kasus yang menunjukkan gejala anemia pada anakm jika perlu bisa juga diberikan suplemen besi (Fe). Sedangkan sebagai pencegahan, anak yang dicurigai menderita cacingan atau yang beresiko tertular cacingan dari keluarga atau lingkungan disekitarnya dianjurkan juga untuk mendapatkan obat cacing yang bisa diberikan 6 bulan sekali

Dan Bagaimana Cara Mencegah Cacingan


  1. Biasakan anak untuk selalu menggunakan alas kaki (sandal / sepatu) jika keluar rumah
  2. Cuci bersih bahan makanan dan perlatan makan keluarga
  3. Mandikan anak setidaknya dua kali sehari, agar kuman-kuman termasuk cacing yang menempel ditubuhnya segera hilang
  4. Berikan selalu makanan yang cukup dan bergizi seimbang supaya kondisi tubuh anak tetap prima
  5. Ajari anak untuk mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan , seudah bermain dan sesudah buang air besar
  6. Ajari anak untuk membuang air besar pada tempat yang sudah tersedia (tidak disembarang tempat)
  7. Berikan mainan yang bersih dan jika perlu cuci secara berkala
  8. Jangan biasakan anak bermain tanah, apalagi jika tanah tersebut kotor atau tercemar dengan tinja dan kotoran
  9. Potong kuku anak karena kuku yang dibiarkan panjang bisa menjadi tempat bersarangnya kotoran yang akan menjadi sumber penyakit
  10. Hindarkan anak dari kebiasaan menggigit jari atau kuku

Namum jika sudah melakukan penanganan dan tak kunjung sembuh, sebaiknya segera periksakan ke dokter ahli supaya cepat diketahui pengobatan / terapi yang tepat dan benar. Semoga artikel Penyebab, Gejala, Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Anak Cacingan ini bisa membantu. Wallahu a'lam...