Penyebab dan Gejala Serta Cara Mencegah Sariawan Pada Anak

Penyebab dan Gejala Serta Cara Mencegah Sariawan Pada Anak

Penyebab dan Gejala Serta Cara Mencegah Sariawan Pada Anak


Penyebab dan Gejala Serta Cara Mencegah Sariawan Pada Anak. Sariawan bisa terjadi pada orang dewasa, anak-anak dan bayi. Sariawan terasa sangat menganggu karena berupa luka terbuka pada bagian dalam mulut yang selalu bersinggungan dengan makanan dan minuman. Sariawan bisa terjadi di bibir, lidah, langit-langit, dan pipi bagian dalam. Mari simak sedikit ulasan tentang apa saja penyebab dan gejala serta cara mencegah sariawan pada anak, dan apa saja yang harus dilakukan orang tua ketika anaknya sariawan.

Dan tips menyikat gigi anak umur 3-5 tahun dengan benar supaya terhindar dari terjadinya sariawan.

Apa saja Penyebab Terjadinya Sariawan?


  1. Trauma, seperti gigitan, goresan bulu sikat gigi, atau terbentur benda keras sehingga terjadi luka terbuka pada mulut. Ketika daya tahan tubuh anak sedang kurang baik, kuman masuk dan tumbuh pada luka tersebut sehingga terjadilah sariawan. Sariawan akibat trauma ini disebut "Stomatitis aphtosa"
  2. Jamur Candida Albicans, paling banyak menyerang lidah anak dengan membersihkan mulut yang kurang atau sedang mendapatkan pengobatan antibiotik. Sariawan akibat infeksi jamur ini juga disebut "Candidiasis" atau "Moniliasis" atau "Oral Thrush"
  3. Virus Herpes Simpleks, biasanya menyerang ketika virus sedang mewabah dan daya tahan tubuh anak sedang turun. Sariawan jenis ini biasanya menyerang daerah tenggorokan sehingga anak mengalami sakit ketika menelan. Sariawan akibat virus ini disebut "Stomatitis Herpetic"

Bagaimana Gejala Sariawan?


  1. Nampak luka dibagian mulut seperti dilidah, pipi bagian dalam, bibir atau langit-langit mulut
  2. Terkadang disertai demam yang tinggi terutama pada bayi
  3. Anak biasanya akan rewel dan sering menangis, anak yang sudah bisa mengungkapkan rasa sakit mungkin akan menunjukkan letak sumber rasa sakitnya
  4. Bayi yang masih minum ASI mungkin akan menolak ketika disusui atau sesekali melepaskan puting ibunya karena kesakitan
  5. Nafsu makan anak biasanya akan berkurang
  6. Terkadang anak mengeluarkan air liur yang berlebihan
  7. Tercium bau mulut yang tidak sedap

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua ketika Anak Sariawan?


  1. Berikan makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin C, seperti jambu biji merah, jeruk, tomat, dan lain-lain. Jika anak kesulitan memakannya, maka bisa disajikan dalam bentuk jus atau puree (buah yang dihaluskan sehingga menyerupai bubur)
  2. Jaga kebersihan gigi dan mulut. Anak yang sedang mengalami sariawan biasanya akan malas sikat gigi karena takut dengan rasa sakit yang ditimbulkan oleh sariawan. Sebagai salah satu solusinya, bisa dengan menggunakan kassa atau kain lembut yang dibasahi air hangat untuk membersihkan lidah, gigi, dan bagian dalam mulut
  3. Jangan paksa ketika anak menolak makan karena paksaan justru akan memperparah traumanya.
  4. Bujuk dengan sabar dan motivasi anak agar mau makan supaya cepat sembuh. Berikan makanan yang lembut seperti bubur dan sari buah. Selain itu, jangan berikan makanan atau minuman ketika masih dalam kondisi panas supaya tidak menambah luka sariawan
  5. Gunakan sendok kecil yang biasa digunakan untuk menyuapi bayi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir rasa sakit ketika bersinggungan dengan sariawan
  6. Berikan minum dengan menggunakan gelas dan sedotan pada anak yang sudah bisa menggunakannya
  7. Pada bayi yang masih minum ASI, jangan lupa untuk membersihkan mulutnya dari sisa-sisa ASI supaya tidak ditumbuhi jamur
  8. Segera bawa kedokter jika sariawan makin parah sehingga anak tidak bisa mendapatkan asupan makanan dan minuman sama sekali. Dokter akan memberikan obat yang ditetes atau dioleskan kesariawan. Dokter biasanya akan memberikan tambahan obat kumur untuk anak yang sudah agak besar dan bisa berkumur

Bagaimana mencegah sariawan?


  1. Pastikan anak mencapatkan vitamin C yang cukup, yaitu dengan memberikan sayur dan buah setiap hari atau dengan tambahan suplemen jika dianggap perlu
  2. Ajarkan anak supaya mengunyah makanan secara perlahan dan tidak terburu-buru. Hal ini menghindari tergigit bagian lidah atau bibirnya
  3. Pilihlah sikat gigi berukuran mungil dengan bulu sikat yang lembut. Ajarkan cara menyikat gigi yang benar supaya tidak terjadi trauma dalam mulut
  4. Selalu jaga kebersihan mulut bayi dan anak. Bersihkan mulut bayi sesudah disusui dan ajarkan anak yang lebih besar untuk menyikat gigi secara teratur, terutama sesudah makan dan menjelang tidur

Tips Menyikat Gigi Anak Usia 3-5 Tahun


  1. Berdirilah dibelakang anak, gunakan cermin bila perlu. Lakukan gerakan menyikat secara perlahan, tunjukkan pada anak bagaimana menyikat gigi yang benar
  2. Batasilah penggunaan pasta gigi. Anda hanya perlu mengoleskan sedikit olesan pasta gigi, tidak perlu sampai menghasilkan buih, karena anak masih kesulitan untuk meludahkan kelebihan buih
  3. Meski tertulis pada kemasan pasta gigi bahwa pasta gigi tersebut aman jika tertelan, tetap diusahakan supaya anak tidak terbiasa menelam pasta igi. Terlalu banyak fluoride bisa membuat gigi tetapnya yuang sedang berkembang mengalami fluorosis (perubahan warna). Cukup dengan menyentuhkan flouride kegigi anak yang sudah muncul untuk memperkuat emailnya
  4. Berilah cangkir kecil berisi air matang untuk mengajarkan anak berkumur setelah sikat gigi. Lakukan kebiasaan sikat gigi bersama anak setalah makan dan menjelang tidur
  5. Berikan pujian setiap anak selesai menyikat giginya

Itulah sedikit ulasan menurut para ahli kesehatan anak tentang apa saja penyebab dan gejala serta cara mencegah sariawan pada anak, dan apa saja yang harus dilakukan orang tua ketika anaknya sariawan. Semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua.