Penting ! Inilah Tips Memilih Obat Herbal Untuk Kesehatan Anda

Penting ! Inilah Tips Memilih Obat Herbal Untuk Kesehatan Anda

Penting ! Inilah Tips Memilih Obat Herbal Untuk Kesehatan Anda


Penting ! Inilah Tips Memilih Obat Herbal Untuk Kesehatan Anda. Obat herbal sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam rangka mengobati penyakit maupun sekedar untuk pemeliharaan stamina tubuh. Mahalnya biaya pengobatan medis juga menyebabkan masyarakat lebih memilih obat herbal, apalagi seringkali didukung dengan cerita atau testimoni (kesaksian) dan beberapa orang yang telah dibuktikan kemanjuran obat herbal.

eiring berkembangnya penggunaan obat herbal, produsen herbal banyak bermunculan dan berlomba-lomba menawarkan produk herbal yang terbaik bagi para konsumen. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenal obat herbal supaya kita bisa menyikapinya dengan bijaksana

Permasalahan dalam Penggunaan Obat Herbal


Penggunaan obat herbal ternyata tidak terlepas dari permasalahan. Berikut ini beberapa masalah yang muncul dalam pemanfaatan obat herbal di bidang kesehatan:

  1. Terbatasnya informasi yang memadai tentang komposisi pasti dari bahan alam dan ketepatan dosis. Hal ini tentu bisa dimaklumi, karena penggunaan obat herbal secara turun temurun lebih didasari oleh faktor kepercayaan terhadap warisan nenek moyang. Penelitian lebih lanjut masih sangat diperlukan untuk mengetahui efek farmakologi bahan alam serta sejauh mana keamanannya jika digunakan pada berbagai takaran (dosis);
  2. Masih kurangnya penelitian ilmiah dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait. Mahalnya biaya penelitian untuk uji pra klinis dan uji klinis merupakan salah satu faktor penghambat bagi terlaksananya penelitian, mengingat kebanyakan produsen jamu dan obat herbal merupakan industri kecil dan menengah. Hal ini menyebabkan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap obat herbal;
  3. Penambahan obat kimiawi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menaikkan efek (khasiat) yang dipromosikan;
  4. Tidak adanya laporan terhadap efek sampiung yang mungkin timbul. Masih samanya batas antara efek dan detoksifikasi (pengeluaran racun tubuh) yang diakui oleh produsen herbal sebagai proses bekerjanya obat herbal dengan efek samping yang mungkin timbul akibat dosis yang tidak sesuai atau cara penggunaannya yang tidak tepat;
  5. Adanya kemungkinan terjadinya interaksi antara obat herbal dengan obat modern yang dikonsumsi. Sebagaimana diketahui, kebanyakan obat herbal tidak dimasukkan dalam kategori "obat" melainkan food suplement (makanan suplemen). Sehingga tidak jarang masyarakat secara tidak sadar mengonsumsi obat herbal sebagai suplemen bersamaan dengan beberapa obat medis (kimia) ketika sakit;
  6. Resiko kontaminasi (pencemaran) akibat proses produksi yang tidak higienis. Resiko kontaminasi bahan alam dengan substansi kimiawi juga berbahaya seringkali tidak dapat dihindari, sejak dari penanaman, pembenihan, pengolahan hingga pengemasan ke dalam kemasan siap jual. Hal ini terutama terjadi pada produsen obat herbal yang proses produksinya belum memenuhi standar yang berlaku dalam pengolahan obat yang baik;
  7. Berlebihan dalam menyebutkan khasiat dan kegunaan obat herbal untuk berbagai jenis penyakit. Banyak produsen obat herbal yang mempromosikan seolah-olah semua penyakit bisa diatasi dengan satu jenis obat herbal, tanpa memperhatikan dosisnya.

Tips Memilih Obat Herbal


  1. Bila sudah memutuskan akan menggunakan obat herbal, sebaiknya sudah mengetahui jenis penyakitnya secara jelas dan pasti. Konsultasi ke dokter atau tenaga medis lain untuk mengetahui penyakit yang diderita merupakan langkah yang bijaksana. Hendaknya kita tidak mencoba untuk mendiagnosa sendiri dengan mengacu pada gejala-gejala yang dirasakan yang masih bersifat umum. Seringkali, untuk memastikan jenis penyakit tertentu diperlukan pemeriksaan penunjang (laboratorium, foto rontgen, USG dan lain-lain);
  2. Pilihlah produk yang jelas produsennya. Misalnya dengan kemasan tertera nama produsen, alamat, nomor telepon untuk layanan konsumen maupun konsultasi ahli (herbalis, dokter, apoteker, atau ahli farmasi);
  3. Pilihlah prouk yang telah memiliki izin edar dari BPOM atau Badan Pengawasan Obat dan Makanan (ada nomor registrasi POM TR). Dalam kasus pemalsuan jamu yang terbongkar oleh BPOM, tercatat ada produsen yang mencantumkan nomor registrasi fiktif (tidak nyata / palsu). Jika ragu mengenai nomor registrasi yang tercantum, kita bisa menanyakan kepada BPOM;
  4. Pilihlah obat herbal yang memiliki bukti ilmiah cukup dan terbukti aman untuk dikonsumsi;
  5. Pilihlah obat herbal yang berlabel halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), telah disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Departemen Kesehatan, dan telah lolos tes uji bebas bahan kimia obat. Ingat nomor registrasi bukan saja jaminan keamanan;
  6. Berkonsultasi dengan dokter, ahli farmasi, dan atau herbalis (ahli herbal) supaya penggunaannya tidak keliru. Apalagi jika menyangkut penanganan penyakit yang serius (parah) dan obat herbal tersebut digunakan dalam jangka waktu lama;
  7. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan tanggal kadaluwarsa pada kemasan obat herbal
  8. Jangan mengonsumsi obat medis, jamu dan herbal, serta terapi tradisional yang lain ada waktu, hari dan jam yang sama. Beri jarak waktu satu hingga dua jam untuk menggabungkan terapi obat medis dan tradisional. Ada kalanya obat medis dan tradisional. Ada kalanya obat medis dan herbal memiliki interaksi negatif. Bila ingin mengombinasikan keduanya, hendaknya konsultasikan dulu dengan dokter atau tenaga medis lainnya;
  9. Jika mengalami efek-efek yang tidak menyenangkan dari obat herbal, segera konsultasikan dengan konsultan yang mewakili produsen obat herbal tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah efek tersebut merupakan efek detoks (pengeluaran racun) atau efek samping obat supaya diketahui cara-cara penanganannya.