Gejala dan Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak Serta Faktor Penyebabnya

Gejala dan Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak Serta Faktor Penyebabnya

Gejala dan Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak Serta Faktor Penyebabnya


Gejala dan Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak Serta Faktor Penyebabnya. Sembelit (konstipasi) atau susah buang air besar dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia. Sembelit yang biasanya terjadi pada orang dewasa, ternyata bisa terjadi pada anak dan bahkan tidak jarang juga dialami oleh bayi. Karena itu kita anak sedikit mengulas tentang gejala / sebab/ dampak sembelit dan cara mengatasi atau mencegah sembelit pada anak, serta apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami sembelit.

Seorang anak dikatakan mengalami sembelit jika ia mengalami kesulitan mengeluarkan tinja (kotoran buang air besar). Biasanya, bentuk tinja cukup keras sehingga anak perlu mengejan kuat untuk mengeluarkannya, dan tinja yang keluarpun sedikit-sedikit. Sembelit juga sering ditandai dengan perubahan kebiasaan buang air besar. Misalnya jika buang air besar biasanya dilakukan setiap hari, tiba-tiba saja menjadi tiga hari sekali,

Gejala Sembelit


Sebagai orang tua, biasanya kita sudah hafal dengan pola buang air besar anak. Oleh karena itu kita perlu waspada jika anak sudah menunjukkan gejala menjadi lebih jarang buang air besar dan keluar dari kebiasaan sebelumnya. Biasanya anak yang mengalami sembelit akan rewel saat ingin buang air besar. Saat mengejan,. Anak nampak berusaha mengerahkan tenaga dan kesakitan. Pada bayi, gejala yang mungkin timbul antara lain terjadinya enkopresis atau "kecipirit", yaitu keluarnya tinja dalam jumlah sedikit secara spontan.

Dampak Sembelit


Sulitnya mengeluarkan tinja yang keras bisa berakibat anus mengalami iritasi (terluka) dan terasa perih. Jika kondisinya sudah parah, tinja yang keluar dapat disertai dengan darah. Selain itu, sembelit juga menyebabkan perut terasa sebah dan tiak nyaman. Beberapa anak yang mengalami sembelit akan menolak makan karena perutnya terasa tidak enak dan terasa penuh. Hal ini jika dibiarkan saja tentu akan sangat mengganggu aktivitas anak.

Penyebab Sembelit


Cukup banyak penyebab yang bisa memicu terjadinya sembelit. Salah satu penyebab yang paling sering adalah karena pola makan anak yang kurang mengandung fiber atau serat. Disamping itu, kurangnya komsumsi air minum juga bisa memicu terjadinya sembelit. Apalagi, anak-anak mempunyai kebiasaan suka membeli jajanan yang kebanyakan rendah serat. Selain itu, kebiasaan anak menahan buang air besar karena malas atau tidak ingin ke toilet (WC) yang merupakan salah satu penyebab terjadinya sembelit.

Pada bayi, sembelit sering kali terjadi karena memang pencernaannya belum sempurna. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif (hanya mendapatkan ASI sana tanpa tambahan makanan lain selama 6 bulan) akan lebih jarang mengalami sembelit. Biasanya, sembelit terjadi pada bayi yang baru mulai mendapatkan MPASI (makanan Pendamping ASI). Orang tua perlu waspada jika buah hatinya yang masih bayi tidak dapat buang air besar selama berhari-hari dan sering menangis kesakitan, karena bisa saja merupakan pertanda kolik yang disebabkan oleh sumbatan pada saluran pencernaan.

Bagaimana cara Mencegah Sembelit?


Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah sembelit:

  1. Pastikan anak telah mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup;
  2. Berikan makanan tinggi serat pada anak seperti sayuran dan buah-buahan;
  3. Ajari anak untuk memilih jajanan yang sehat dan berserat;
  4. Ciptakan suasana yang bersih dan nyaman pada toilet di rumah kita supaya anak tidak trauma (takut) dan tidak berusaha menahan buang air besarnya. Temani dan berikan dukungan pada anak untuk membuang air besar di toilet secara teratuir;
  5. Tetap berikan ASI pada bayi selama ia masih membutuhkannya, karena ASI memiliki komposisi yang sempurna sehingga tinja bayi tetap lunak dan dapat mencegah terjadinya sembelit;
  6. Pada bayi yang telah mendapatkan makanan pendamping ASI, berikan makanan yang bervariasi secara bertahap mulai dari encer hingga kental dan padat, supaya usus terangsang untuk berkontraksi.

Tindakan yang Bisa Dilakukan jika Anak Mengalami Sembelit


Ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh ketika sembelit terjadi:

  1. Jika anak mengalami sembelit, hendaknya lebih sering diberikan asupan makan yang tinggi serat (sayuran dan buah) hingga anak tidak sembelit lagi. Kita bisa memperbanyak pemberian buah-buahan yang mengandung banyak air seperti pepaya, semangka, melon dan atau mangga;
  2. Jangan khawatir jika sembelit terjai pada anak kita yang masih bayi dan baru saja mendapatkan makanan pendamping ASI atau pada bayi yang baru saja disapih. Kondisi ini disebut "infant dyschesia". Yang perlu kita lakukan adalah memperhatikan asupan makanannya dengan lebih memperbanyak pemberian makanan berserat. Baik yang berasal dari sayuran maupun buah-buahan;
  3. Hentikan pemberian pisang pada bayi untuk sementara waktu karena pisang mengandung pektin yang dapat menyebabkan tinja menjadi keras;
  4. Lakukan senam gerakan seperti mengayuh sepeda pada bayi yang mengalami sembelit. Selain itu, kita bisa memijat bagian perut bayi, tepatnya di bawah pusar dengan tekanan yang lembut dan konstan;
  5. Apabila berbagai usaha telah dilakukan namun tidak membuahkan hasil, mkaa segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika diperlukan, dokter akan memberikan obat untuk melunakkan tinja yang biasanya diberikan lewat anus / dubur.

Demikian artikel Gejala dan Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak Serta Faktor Penyebabnya menurut para ahli dari berbagai sumber buku bacaan. Semoga bermanfaat...