Skip to main content

follow us

Sebab dan Akibat Serta Cara Mengatasi Anak Mempunyai Kebiasaan Mengompol


Sebab dan Akibat Serta Cara Mengatasi Anak Mempunyai Kebiasaan Mengompol. Mengasuh dan mendidik anak memang bukan perkara mudah. Dalam tumbuh kembangnya, adakalanya anak mempunyai kebiasaan buruk yang sulit diubah. Padahal jika kebiasaan buruk itu dibawah sampai dewasa, tentunya akan mengganggu fungsi sosial anak. Sebagai orang tua, hendaknya kita mengetahui bagaimana caranya supaya anak kita tidak lagi mempertahankan kebiasaan buruk. Mengompol misalnya;

Mengompol terjadi saat anak tidak bisa mengendalikan ingin buang air kecilnya sehingga ia buang air kecil di tempat yang tidak tepat. Dalam istilah kedokteran, kondisi ini disebut enuresis. Seorang anak dikatakan mengalami keadaan ini jika usia 4 tahun lebih masih sulit utuk mengontrol keinginan buang air kecil, baik dalam keadaan tidur maupun terjaga.

Apabila anak terus menerus mengompol sepanjang tahun tanpa pernah sekali tidak mengompol, maka kondisi ini disebut enuresis primer. Namun apabila seorang anak sudah berhenti mengompol setidaknya setahun, kemudian muncul kembali kebiasaan mengompolnya, maka ini disebut enuresis sekunder

Mengapa Anak Mempunyai Kebiasaan Mengompol?


Selain faktor keturunan, mengompol bisa disebabkan oleh toilet training (latihan buang air di WC) yang terlalu dini atau terabaikan, penyakit gangguan ginjal, diabetes, atau gangguan psikologis (kejiwaan) seperti ketakutan, kekhawatiran, atau stres akibat tekanan dari orang tua, teman, atau lingkungan sekitarnya. Dari semua penyebab tersebut, gangguan psikologis menjadi faktor pemicu utama dari sejumlah kasus yang ada. Hanya saja kebanyakan orang tua tidak menyadarinya sehingga selalu mengaitkan kebiasaan mengompol dengan ganguan penyakit. Akibatnya penanganannya menjadi lebih sulit dan tidak tuntas

Akibat Kebiasaan Mengompol


Selain merisaukan para orang tua, kebiasaan mengompol bisa berakibat kurang baik bagi perkembangan sosial anak. Banyak anak yang merasa malu dan tidak percaya diri sehingga menarik diri dari pergaulan dengan teman-temannya

Cara Mengatasi Kebiasaan Mengompol


  1. Jika karena faktor psikologis, maka lakukan pendekatan pada anak. Jangan lupa untuk menghibur dan menawarkan bantuan jika anak membutuhkan
  2. Jangan abaikan toilet training pada anak. Orang tua bisa mengajaknya buang air kecil sebelum tidur, tidak memberikan minuman pada anak menjelang tidur dan selalu mengingatkan untuk buang air kecil di toilet
  3. Latihlah anak Anda jika ia termasuk orang yang sering kali buang air kecil. Misalnya dalam 5 menit sekal ia ingin buang air kecil, coba untuk menahannya selama 2 menit dan meningkatkan jarak waktunya dengan terus memberikan latihan. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan di siang hari dan sebelum tidur
  4. Jangan menghukum anak ketika dia masih saja mengompol. Akan lebih baik jika orang tua memberikan pengertian pada anak
  5. Jika kebiasaan mengompol ini tidak juga hilang, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan untuk menyangkut organ tubuh.

Demikian Sebab dan Akibat Serta Cara Mengatasi Anak Mempunyai Kebiasaan Mengompol menurut para ahli kesehatan anak. Semoga bisa membantu...
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar