Skip to main content

follow us

Bahaya dan Cara Mencegah Serta Mengobati Diare-Muntah / Muntaber


Bahaya dan Cara Mencegah Serta Mengobati Diare-Muntah / Muntaber. Bahaya dan Cara Mencegah Serta Mengobati Muntaber, Tips mengatasi anak diare disertai muntah dengan cara alami. Berikut ini kita anak sedikit mengulas tentang gejala muntaber, kenapa harus wapada muntaber, cara mengetahui tanda atau ciri dehidrasi untuk mencegah muntaber, dan tips bagaimana memberikan oralit?

Muntaber adalah gangguan pencernaan yang menyebabkan seorang / anak mengalami muntah dan berak secara bersamaan atau terpisah. Muntaber bisa disebabkan oleh kuman, bakteri atau virus. Muntaber juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi saluran nafas atau radang tenggorokan, infeksi saluran kemih (kencing) dan penyakit tifus. Akan tetapi, yang paling sering menyebabkan muntaber adalah bakteri Eschericia coli (E. Coli) yang menyerang usus. Biasanya muntaber terjadi karena seseorang mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar karena bakteri E.Coli dan saat itu daya tahan tubuh sedang turun (tidak fit).

Gejala muntaber?


Bakteri yang masuk kedalam saluran cerna lewat makanan yang telah tercemar akan menimbulkan radang pada saluran cerna, sehingga muncul gejala seperti sakit perut, kembung, mual dan muntah-muntah. Muntaber juga dapat disertai dengan gejala demam tinggi (mencapai 38ÂșC atau lebih), kepala pusing, tidak nafsu makan, lemas dan elastisitas kulit menurun. Beberapa anak bahkan mengalami halusinasi jika sudah mencapat taraf kekurangan cairan elektrolit dalam tubuh

Kenapa Kita Perlu Mewaspadai Muntaber?


Bahaya utama dari penyakit muntaber adalah kehilangan cairan yang terlalu cepat, terutama pada anak-anak. Kehilangan cairan yang berlebihan dapat menyebabkan terjadiya dehidrasi (kekurangan cairan) dan bisa berakibat fatal jika tidak segera diatas. Muntaber ini jauh lebih baik berbahaya dibanding jika seseorang hanya menderita diare (mencret) saja atau muntah saja. Apalagi jika muntah dan berak yang dialami lebih dari empat kali dalam sehari dan disertai demam tinggi. Jika tidak segera ditangani, penderita muntaber dapat mengalami shock bahkan kematian.

Cara Mengetahui Tanda Dehidrasi?


Ada 3 jenis dehidrasi yang perlu kita ketahui supaya kita tahu sampai sejauh mana tingkat keparahan akibat kekurangan cairan dan supaya cepat mendapatkan penanganan. Penilaian derajat dehidrasi dilakukan sesuai dengan kriteria berikut ini :

  1. Tidak dehidrasi : keadaan umum baik (masih bisa beraktivitas biasa), rasa hausnya masih normal, air kencing normal, ada air mata, mata tidak cekung, mulut/lidah basah, nafas normal, jika kulit dicubit akan kembali dengan cepat, denyut nadi normal, ubun-ubun normal / tidak cekung (pada bayi)
  2. Dehidrasi tidak berat : tampak sakit, mengantuk, lesu, gelisah, rasa hausnya berlebih, air kencing sedikit gelap (keruh), air mata kurang, mata cekung, mulut/lidah kering, nafas agak cepat, jika kulit dicubit akan kembali dengan lambat, denyut nadi agak cepat, ubun-ubun cekung (pada bayi)
  3. Dehidrasi berat : sangat mengantuk, tidak sadar, lemat, tidak dapat minum, tidak ada air kencing dalam waktu 6 jam, air mata tidak keluar, mata kering dan sangat cekung, mulut / lidah sangat kering, nafas cepat dan dalam. Jika kulit dicubit akan kembali dengan sangat lambat (lebih dari dua detik), denyyut nadi sangat cepat, lemah dan tidak teraba, ubun-ubun sangat cekung (pada bayi)

Bagaimana Cara Mengatasi Dehidrasi?


Usaha pertama untuk menolong penderita adalah dengan memberinya sebanyak mungkin cairan, sebelum dibawah berobat kedokter atau rumah sakit. Selama penderita masih sadar dan dapat minum, berikanlah cairan melalui mulutnya. Selain air, perlu pula penderita sebaiknya juga diberi larutan oralit. Disamping pemberian oralit, makanan dan minuman lain (cairan rumah tangga) harus tetap diberikan. Jika yang terkena muntaber adalah bayi yang masih menyusu ibunya maka ASI (Air Susu Ibu) harus tetap diberikan. Segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat jika sudah muncul tanda-tanda dehidrasi berat

Bagaimana Cara Mencegah Muntaber?


  1. Berikan ASI pada bayi dan hindari penggunaan botol susu
  2. Penggunaan air bersih untuk minum
  3. Mencuci tangan sesudah buang air besar dan sebelum makan
  4. Membuang tinja, termasuk tinja bayi pada tempatnya
  5. Menjaga kebersihan rumah, terutama kamar mandi, WC, dan dapur
  6. Menjaga kebersihan peralatan makan
  7. Mencuci sayuran, buah dan bahan makanan sebelum dimasak

Tips Memberikan Oralit


  1. Pilihlah oralit yang sudah dikemas dalam bungkus (sachet) yang dijual di apotik karena selain praktis, komposisinya sudah tepat dibanding jika Anda membuat sendiri larutan air gula dicampur garam
  2. Jika ingin membuat larutan gula-garam bisa dengan takaran : 1 sendok gula dan seperempat sendok teh garam yang dilarutkan dalam segelas (200 ml) air
  3. Baca aturan pakeai dan ikuti instruksi yang tertulis dalam kemasan supaya tidak terjadi kesalahan dalam mencampur serbuk oralit dengan air
  4. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika Anda ragu-ragu dalam memberikan oralit
  5. Oralit diberikan sedikit-sedikit tapi sering supaya tidak merangsang terjadinya muntah
  6. Jika anda hendak memberikan oralit pada anak-anak sebaiknya menggunakan sendok dan jangan dengan botol
  7. Jika terjadi muntah saat pemberian oralit, tuggu dulu 10 menit kemudian lanjutkan pemberian oralit perlahan-lahan

Demikian tentang Bahaya dan Cara Mencegah Serta Mengobati muntah berak / Muntaber dan tip lainnya, semoga bisa memotivasi kita semua supaya lebih sehat dan bisa beraktifitas dengan normal.
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar