Bagaimana Cara Mengcegah dan Mengobati Mimisan Pada Anak dan Dewasa

Bagaimana Cara Mengcegah dan Mengobati Mimisan Pada Anak dan Dewasa

Bagaimana Cara Mengcegah dan Mengobati Mimisan Pada Anak dan Dewasa


Mimisan bisa terjadi pada setiap saja tanpa mengenal usia. Namun, biasanya anak-anak yang lebih sering mengalami mimisan, karena jaringan anyaman pembuluh darah (pleksus kieselbach) anak masih sangat rencan sehingga mudah pecah. Jika pembuluh darah tersebut pecah, maka hidung akan mengeluarkan darah. Mimisan tidak hanya terjadi pada anak atau balita, tapi juga pada orang dewasa. Entah itu mendadak / tiba-tiba, setiap hari maupun terus menerus. Pertanyaannya; kenapa kita mimisan, bagaimana cara mengatasi mimisan pada anak / orang dewasa? dan berbahayakah mimisan pada anak? Mari simak ulasan berikut ini.

Mimisan juga sering terjadi bila menghadapi perubahan cuaca, teriritasi gas yang merangsang, dan lain-lain. Misalnya, dari tempat yang panas ke tempat yang dingin atau menghadapi tekanan udara yang berubah. Pada anak kadang juga terjadi hidung kemasukan benda asing seperti biji-bijian atau benda kecil lain yang menimbulkan infeksi sehingga terjadi pendarahan. Pada kasus ini biasanya dengan tanda-tanda keluar bau busuk dari lubang hidungnya. Namun setelah anak semakin dewasa, mimisan biasanya tidak terlalu sering terjadi karena pembuluh serta sel lendir pada rongga hidung sudah lebih kuat

Kenapa Kita Mimisan?


Mimisan bisa terjadi karena gerakan ringan yang tidak disengaja sehingga mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dihidung. Penyebab lain yang cukup sering adalah alergi udara. Seperti terlalu dingin atau terlalu panas. Kondisi ini akan semakin mudah terjadi saat mengalami influenza (flu).

Mimisan yang disebabkan karena pendarahan anterior (depan) biasanya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pendarahan anterior terjadi karena kebiasaan mengorek hidung, terlalu lama menghirup udara kering (misalnya pada ketinggian dan ruangan ber-AC), terlalu lama terpapar sinar matahari, pilek, dan membuang ingus terlalu kuat.

Meskipun jarang, namun ada kalanya mimisan terjai karena adanya gangguan kesehatan yang cukup serius. Mimisan yang sering terjadi dan keluar darahnya cukup lama bisa juga merupakan gejala awal tumor pembuluh darah dihidung. Selain itu, leukimia atau kanker darah bisa ditandari dengan adanya mimisan.

Mimisan yang berkali-kali bisa jadi karena reaksi yang muncul akibat rusaknya sistem pembekuan darah pada tubuh. Rusaknya fungsi pembekuan darah ini banyak terjadi karena kerusakan ginjal, liver (hati) atau hemofilia (kelainan yang ditandai dengan sulitnya menghentikan pendarahan akibat kurangnya faktor pembekuan darah dalam tubuh). Karena itu, saat hidung mengalami trauma ringan akan mudah terjadi pendarahan.

Mimisan yang berasal dari bagian posterior (hidung bagian belakang/dalam) biasanya ditandai dengan perdarahan yang sangat banyak dan jarang bisa berhenti sendiri. Hal ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah sfenopalatina yang berada dihidung bagian dalam. Beberapa penyebab mimisan posterior antara lain hipertensi, demam berdarah, tumor ganas hidung atau nasofaring, penyakit darah seperti leukimia, hemofilia, thalasemia (salah satu jenis anemia yang terkait faktor keturunan), kekurangan vitamin C dan K dan lain-lain

Haruskah kita waspada terhadap mimisan?


Walaupun kebanyakan kejadian mimisan biasanya ringan dan bisa berhenti sendiri, namun kita tetap harus waspada. Hendaknya kita mewaspadai mimisan yang sering terjadi (lebih dari 3 kali dalam sebulan), keluarnya darah cukup lama (tidak berhenti dalam waktu ± 20 menit), dan darah yang keluar juga sangat banyak (mengalir deras). Selain itu, kita juga harus waspada jika mimisan terjadi akibat pusing, karena hal seperti ini biasanya menandakan naiknya tekanan darah pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi).

Tips Mencegah Mimisan


  1. Banyak mengonsumsi makanan yang menganung vitamin C dan kalsium untuk memperkuat dinding pembuluh darah. Vitamin C banyak diperoleh dari buah-buahan berwarna seperti jeruk, tomat, strawberry, dan lain-lain. Sedangkan kalsium banyak terkanung dalam brokoli, ikan, susu, keju, kedelai, dan lain-lain
  2. Tidak membuang ingus terlalu nkeras karena bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah hidung
  3. Mengurangi kebiasaan mengorek hidung supaya tidak melukai atau menyebabkan trauma hiung
  4. Menghindari asap rokok dan polusi udara
  5. Tidak melakukan aktivitas fisik secara berlebihan, apalagi yang dilakukan dibawah terik panas matahari

Bolehkan menghentikan atau mengobati mimisan dengan menggunakan daun sirih?
Sejak jaman dahulu, masyarakat kita telah memiliki "obat" mujarab untuk mengatasi mimisan, yakni dengan menggulung selembar daun sirih dan memasukkannya kehidung. Biasanya, dalam sekejap aliran darah dari hidung akan berhenti. Ternyata cara tradisional ini bisa dibenarkan secara medis.
Sebab zat-zat alami yang terkandung dalam daun sirih (pipir betle) ini memang terbukti bisa menghentikan mimisan. Kandungannya antara lain minyak esensial, hydroxycathecol, methyl eugenpol dan lain-lain dipercaya dapat menghentikan pendarahan. Namun, tentu saja cara ini hanya terbatas untuk mengatasi mimisan karena pendarahan anterior (depan) saja.

Tips Pertolongan Pertama pada Mimisan


  1. Segera dudukkan penerita pada posisi tegak agar aliran darah yang keluar berkurang dan tidak mengalir masuk ke paru-paru. Kalau keadaan penderita terlalu lemah, baringkan dengan meletakkan bantal di punggungnya
  2. Tekan bagian tengah hidung sekitar 5-10 menit guna menutup pembuluh darah yang pecah supaya darah bisa segera dihentikan. Gunakan beberapa bongkah kecil es batu dan tempelkan disekitar hidung agar pembuluh darah mengecil dan pembuluh darah segera berhenti
  3. Jika darah terus menerus keluar, gunakan kapas atau kain kassa steril yang telah igulung untuk menyumpal hidung. Namun jika tidak berhasil menghentikan hingga mimisan berlangsung lama (lebih dari 20 menit) maka segera bawa ketempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut
  4. Setelah darah berhenti mengalir, selama kurang lebih 3 jam, penderita diminta untuk tidak menengus terlalu keras atau membuang ingus terlebih dahulu

Jangan Meremehkan Mimisan


Meski nampaknya ringan dan tidak berbahaya, kita tetap harus mewaspadai terjadinya mimisan. Hal ini mengingat komplikasi (akibat lanjutan) dari mimisan ini bisa cukup serius. Pendarahan yang hebat bisa menyebabkan shock (turunnya tekanan darah secara mendadak) dan anemia (kurang darah). Menurunnya tekanan darah secara mendadak bisa menyebabkan infark miokard (penyakit jantung) yang bisa berakibat fatal.