Skip to main content

follow us

Adat Membuat Kue Serabi di Bulan Puasa Warisan Zaman Dulu


Adat Membuat Kue Serabi di Bulan Puasa Warisan Zaman Dulu. Tak terasa bulan puasa sudah sampai 20 hari, hari raya idul fitri sudah bisa dihitung dengan jari. Pada hari ini (malam 21 ramadlan) sudah menjadi kebiasaan masyarakat desa tempat saya tinggal selalu bersedekah kepada yang lain selama bulan Ramadlan utamanya kepada Kyai dan Usyadz yang telah memberikan ilmu dan mendidik kita sampai setahu ini.

Pada hari ini tanggal 20 ramadlan kebayakan ibu-ibu rumah tangga sibuk membuat kue serabi dirumah masing-masing untuk disedekahkan pada malam tanggal 21 karena perkiraan orang dulu malam Lailatul Qadar malam lebih baik dari seribu bulan akan turun pada tanggal 21 dan tanggal ganjil kebelakang.

Kembali lagi ke kue serabi ...
Bahan untuk membuat resep kue serabi cukup mudah yakni 220 gr tepung beras, 150 gr parutan kelapa, 500 ml santan kelapa. Dan untuk membuat bahan kinca yakni 10 gr gula pasir, 120 gr gula merah / gula aren, 100 ml santan kelapa, 1 lembar daun pandan, beri sedikit garam.

Nah untuk membuat adonan seperangkat kue serabi sebagai berikut:

  1. Campur parutan kelapa dengan tepung beras dan garam dalam satu wadah, aduk hingga merata
  2. Rebus santan kelapa diatas api kecil sampai mendidih sambil diaduk perlahan
  3. Tuang rebusan santan kedalam campuran tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan
  4. Tuang adonan setiap 1 sendok sayur kedalam cetakan tanah liat yang sudah panas
  5. Tutup adonan dan tunggu sampai benar-benar matang, angkat dan tunggu sampai hangat
  6. Selanjutnya yaitu membuat kinca dengan cara mencampurkan semua bahan lalu direbus sampai mendidih dan larut

Kenapa harus bersedekah dengan kue serabi?
Sebenarnya dalam islam tidak ada keharusan harus bersedekah dalam bentuk apa, hanya saja ini merupakan kepercayaan dan kebiasaan orang zaman dulu yang turun temurun hingga zaman smartphone sekarang ini. Karena saya bukan termasuk orang zaman dulu, maka saya bertanya kepada mereka yang hidup dizaman dulu hidup sampai sekarang.

Dari hasil tanya-tanya, saya menyimpulkan bahwa:

  1. Dulu kue serabi ini termasuk kue paling enak karena dulu tidak ada yang namanya roti gulung, roti lapis, roti pisang, roti mata sapi, atau roti lainnya apalagi roti cilembu. Untuk bersedekah hanya ada kue serabi yang menjadi andalan.
  2. Kue serabi memiliki dua warna yakni hitam bawah dan putih dibagian atasnya (tidak boleh ganti warna lainnya) karena warna hitam putih memiliki filosofi yang cukup tinggi. Bahwa dalam hidup ini pastilah ada sisi positif dan negatif, ada kelebihan pasti ada kekurangan, ada yang baik ada pula yang buruk.

Itulah kenapa sampai saat ini pada malam 21 Ramadlan orang tidak mau bersedekah selain kue serabi, hal ini tidak berlaku untuk hari-hari biasa. Dengan begitu kita menyadari bahwa dalam setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan, dari hal tersebut kita harus bisa saling melengkapi dan mengerti satu sama lain. Wallahu a'lam...
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar