Skip to main content

follow us

Tips Untuk Memberikan ASI Pada Bayi Prematur


Tips Untuk Memberikan ASI Pada Bayi Prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada umur kehamilan kurang dari 36 pekan dengan berat tubuh kurang dari 2500 gram. Kelahiran yang lebih awal dari seharusnya ini tentu akan menyisakan beberapa permasalahan terkait perkembangan bayi yang belum sempurna dalam menjalani kehidupan.

Berat badan yang rendah, organ tubuh yang belum sempurna, dan rentanya tubuh bayi prematur terhadap berbagai macam penyakit atau infeksi, tentu saja perlu perhatian lebih dari orang tua. Termasuk juga pemberian susu atau nutrisi terbaik bagi bayi.

Tidak semua bayi prematur harus menjalani perawatan di ruang rawat intensif. Setelah memenuhi beberapa persyaratan tertentu, biasanya pihak rumah sakit akan memperbolehkan orang tua bayi untuk membawanya pulang.

Dari hal itulah, bayi prematur tentunya perlu lebih sering diberi susu dibanding bayi yang lahir normal karena mereka lebih cepat membakar kalori, makin kecil tubuhnya akan semakin sering diberi nutrisi.

Umumnya reflek hisap dan menelan sudah cukup baik pada bayi prematur dengan masa kehamilan lebih dari 34 minggu dengan berat lahir 2000 gram, sehingga bayi sudah bisa menyusu pada ibunya.

Bila reflek menghisap bayi sudah muncul, ia bisa langsung menetek pada ibunya. Jika belum, susu diberikan dengan sendok khusus.

Telah terbukti bahwa bayi prematur lebih cepat belajar menetek (ASI) dibanding dengan minum dari botol.

Jika ia lahir lebih kecil, biasanya bayi mendapat nutrisi melalui selang saat di rumah sakit hingga akhirnya bisa menetek pada ibunya.

Agar ASI tersedia, ibu harus berlajar memompa dan memereh ASI secara teratur. Ibu tidak boleh stres, harus cukup istirahat dan makan. Ibu yang stres karena terpisah dari bayinya akan menghambat produksi ASI.

Waktu baru pulang dari rumah sakit, sebagian bayi prematur butuh pemberian ASI paling sedikit setiap 3 jam, setelah itu normalnya bayi disusui tiap 2-3 jam atau 8-10 kali per hari. Bayi buang air 6-8 kali per 24 jam menunjukkan bahwa asupan cairan cukup. Jika bayi menolak disusui, ibu harus mencoba lagi dalam 0.5 - 1 jam, ibu bisa mendorong bayi untuk menyusu dengan mengeluarkan tetes-tetes ASI.

Referensi: dr. Avie Andriyani | sang buah hati | as-salam juni 2014
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar