Cara Ampuh Mengatasi dan Membedakan Kuning Pada Bayi

Cara Ampuh Mengatasi dan Membedakan Kuning Pada Bayi

Cara Ampuh Mengatasi dan Membedakan Kuning Pada Bayi


Cara Ampuh Mengatasi dan Membedakan Kuning Pada Bayi. Penyakit kuning pada bayi memang seringkali terjadi, sebagian orang tua merasa resah dan bingung bagaimana cara mengatasi dan menghilangkan kuning pada bayinya. Langsung atau kapan harus dibawa ke dokter? Anda tidak perlu khawatir karena belum tentu penyakit kuning pada bayi itu berbahaya, ada juga yang tidak berbahaya. Yuk simak cara membedakan kuning bayi, ciri-ciri penyakit kuning pada bayi yang normal atau tidak.

Biasanya bayi baru lahir menderita penyakit kuning karena mereka memiliki terlalu banyak bilirubin (pigmen kuning yang dihasilkan di dalam hati) dalam darah. Masalah ini menyebabkan bayi menguning di bagian mata dan kulit. Kondisi ini termasuk masalah umum yang mempengaruhi hampir 80% bayi baru lahir pada seminggu pertama. Biasanya hari ketiga atau keempat kuning bayi masih tampak terlihat dan akan reda pada hari ketujuh atau kesepuluh.

Untuk mengetahui bayi kuning


  • Membawa bayi ke ruangan berpenerangan cukup
  • Amati kulit bayi anda dibawah lampu berpendar di siang hari
  • Tekan jari anda perlahan ke dahi, dada, telapak tangan, atau telapak kaki bayi. Lalu angkat jari anda dan perhatikan apakah ada semburat warna kuning di permukaan kulit bagian tubuh yang ditekan.
  • Amati gusi bayi dan bagian putih matanya, apakah kekuningan?

Kondisi bayi kuning tidak berbahaya


Kebanyakan kondisi kuning tidak berbahaya disebut ikterusneonatus. Untuk menanganinya, bayi hanya perlu terus menerus disusui dan dijemur selama 15-20 menit di bawah sinar matahari pagi sebelum jam 8 secara rutin.

Sinar matahari dan ASI yang diberikan secara terus menerus merupakan pengobatan sederhana yang bisa membantu pengeluaran biliburin melalui urin. Namun jika kadar bilirubin sangat tinggi maka bayi memerlukan fototerapi (terapi sinar). Bila pemeriksaan dilakukan di rumah sakit, biasanya darah bayi diambil sedikit untuk dianalisa di laboratorium guna mengukur kadar bilirubin di dalam darah. Batas aman kadar bilirubin bayi sekitar 12.5 mg untuk bayi lahir cukup bulan, dan 10.5 mg untuk bayi prematur.

Meski kuning pada bayi tidak perlu dikhawatirkan, namun orang tua tetap perlu memantau kondisi bayinya. Bayi perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan jika kuning terjadi pada hari pertama kelahiran, kuning pada bayi makin nyata (yaitu pada kulit, gusi, dan mata), bayi rewel, mengantuk, lemas, kurang aktif menyusu, urin berwarna kuning tua (pekat), serta demam lebih dari 37.8 derajat Celsius.

Kondisi bayi kuning yang berbahaya


Kuning yang bersifat berbahaya disebut hiperbilirubinnemia. Kondisi ini berbahaya karena sifat racun bagi tubuh bayi sehingga dapat menyebabkan gangguan pada otak dan sistem saraf pusat bayi, bahkan mengakibatkan kematian.

Membedakan Ciri-ciri kuning bayi normal atau tidak


Ciri-ciri warna kuning yang normal pada bayi:
Timbul beberapa jam setelah bayi lahir sampai umur 14 hari setelah itu akan hilang dengan sendirinya.

Sedangkan warna kuning yang tidak normal:
Warna kuning timbul kurang dari 24 jam setelah bayi lahir hingga lebih dari umur 14 hari. Setelah 14 hari, masih terlihat sampai ke telapak tangan dan telapak kaki, ditambah tinja yang berwarna pucat dan urin kecoklatan

Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan pada bayi anda, sebaiknya konsultasikan pada dokter atau bidan untuk mengetahui lebih detail faktor dan gejala yang bisa ditimbulkan. Semoga bermanfaat...

Referensi: dr.Avie Andriyani | sang buah hati | as-salam juni 2014