Skip to main content

follow us

Cara Reptil dan Amfibi Mengenal Lingkungannya


Cara Reptil dan Amfibi Mengenal Lingkungannya. Cara Reptil dan Amfibi Mengenal Lingkungannya. Hewan-hewan ini mengenali lingkungan di sekitar mereka melalui indra penlihatan, penciuman dan sentuhan. Pada sebagian hewan salah satu indra ini telah hilang, tapi sebagian hewan ini telah mengembangkan indra-indra baru yang menakjubkan.

Ketajaman indra penglihatan reptil digunakan oleh hewan-hewan ini untuk mencari makan dan menghindari pemangsa. Mata ular dan kadal dilengkapi dengan sisik-sisik yang tembus pandang yang dinamakan spektakel yang berguna untuk melingdungi mata dari debu dan melembabkan mata mereka.

Ular dan beberapa reptil dan amfibi mempunyai organ yang berfungsi untuk mendeteksi perubahan kimia dalam mulutnya. Alat pendeteksi ini dinamakan organ Jacobson, organ ini terdapat pada bagian atas atau langit-langit mulut ular. Organ Jacobson berguna untuk mengetahui keberadaan mangsa, mencari pasangan dan mengetahui keadaan lingkungan disekitarnya. Itulah sebabnya ular dan komodo sering menjulurkan lidahnya ke luar untuk menentukan keberadaan dan jejak bau hewan mangsanya.

Lubang-lubang pada tubuh ular berbisa dapat mendeteksi panas yang keluar dari hewan mangsanya meskipun dalam keadaan yang sangat gelap. Ular mempunyai penglihatan dan pendengaran yang buruk, tapi mempunyai kelebihan. Ular mampu menemukan mangsa dengan cara menangkap getaran yang merambat ditanah. Pada wajah sebagian besar ular terdapat lubang-lunang yang berguna untuk mendeteksi panas yang dilepaskan oleh mangsanya, seperti ular derik.

Berbeda dengan ular, kodok mempunyai indra pendengaran yang baik. Kodok mempunyai gendang telinga yang besar sehingga dapat mendengar dengan baik. Kodok juga telah mengembangkan alat indra baru. Hewan-hewan ini juga mempunyai organ jocobson yang ada di langi-langit mulut mereka, organ ini membantu mereka mengenali lingkungan sekitar.

Organ jocobson juga ditemukan pada beberapa kadal. Tiap kali kita mau menangkap kadal, mereka selalu saja dapat menghindar dengan cepat. Jika ada sesuatu yang bergerak mendekatinya, maka kadal akan bergerak secepat gerakan kelopak mata kita. Gerakan ini tidak sampai satu detik, kadal akan bergerak dengan gerakan zig-zagnya.

Gerakan reflek kadal ini sangat cepat sekita 1/5 kali kecepatan kita melihat dan menangkap. Karena kelincahannya ini, kerap kali hewan pemangsa hanya bisa menangkap ekornya saja, ekor kadal mudah putus dan bergerak-gerak. Gerakan ekor kadala ini dapat memicu perhatian pemangsa sehingga kadala dapat lolos dari perhatian pemangsa. Hasil putusnya ekor kadal ini menyebabkan luka pada tubuhnya, namun beberapa minggu lukanya akan mengering dan tumbuhlah ekor baru.

Tokek dan iguana mempunyai indra penglihatan yang tajam. Kedua hewan ini mempunyai mata yang besar dan termasuk hewan jeniss kadal yang matanya tidak bisa berkedip. Hewan ini mempunyai pelindung mata yang tembus pandang yang menempel pada matanya.

Lapisan transparan yang dinamakan kacamata ini adalah sebagai ganti kelopak mata yang dapat digerakkan seperti kelopak mata manusia. Sebagian besar kadal mempunyai penglihatan yang baik, kemampuan melihatnya ini digunakan untuk menangkap serangga kecil yang bergerak cepat. Untuk membersihkan matanya, tokek menjilat dengan lidahnya yang panjang.

Salah satu jenis tokek yang ada di Afrika mempunyai kulit yang tipis pada daerah lubang-lubang di dekat telinganya. Kita dapat melihat cahaya dari balik kepalanya jika kita melihat pada posisi lubang yang sejajar. Contoh tokek dari afrika bagian barat adalah tokek dengan selaput kaki. Tokek ini hidup digurun Namibia yang curah hujannya sangat kecil. Untuk memperoleh air, tokek ini kerap menjilat embun-embun yang menempel pada bebatuan dan juga menjilati matanya sendiri.

Sekarang kita beralih pada hewan yang dapat merubah warna tubuhnya. Bunglon; adalah kadal pohon yang dapat berkamuflase dengan lingkungannya. Tujuannya untuk melindungi dirinya dari pemangsa. Hewan ini juga merubah warna tubuhnya ketika marah atau takut bunglon mempunyai mata yang dapat yang dapat berputar dengan bebas untuk memberikan pandangan dalam segala arah. Ketika bunglon melihat serangga dengan salat satu matanya, reptil ini harus memutar mata yang satunya terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk memperkirakan jarak yang tepat ketika akan menyantap serangga tersebut dengan ujung lidahnya yang panjang.

Referensi : Delik Iskandar | Jelajah Ilmu Pengetahuan seri reptil dan amphibi jilid 1 | Aneka Ilmu, Bandung
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar