Skip to main content

follow us

Gajah Bisa Menularkan TBC Kepada Manusia


Gajah Bisa Menularkan TBC Kepada Menusia. Seperti binatang lainnya, gajah dapat mengidap menyakit dan menularinya ke manusia, seperti tuberkulosis atau lebih dikenal dengan singkatan TBC. Pada tahun 2012, dua gajah di Kebun Binatang Tete d’Or, Lyon, di diagnosis mengidap TBC. Karena berisiko menularinya ke hewan lain dan pengunjung kebun binatang, pemerintah kota memerintahkan agar gajah-gajah tersebut dibunuh, tetapi pengadilan membatalkan keputusan ini. Di kawasan gajah di Tennessee, seekor gajah afrika yang berusia 54 tahun diyakini merupakan penyebab infeksi TBC pada delapan pekerja.

Gajah merupakan binatang darat yang besar. Kulitnya memiliki kelenjar keringat, kelenjar minyak yang cairannya dapat membasahi seluruh kulit. Antara mata dan telinga terdapat kelenjar khusus yang mengeluarkan cairan kelam berbau. Bila kelenjar ini aktif menghasilkan cairan, gajah akan garang, oleh karena itu pengasuh harus hati-hati dan sebaiknya dimasukkan ke dalam kandang yang kuat. Kakinya bulat panjang berjari lima buah, telapak kaki tebal dan lunak.

Gajah makan daun tanaman dan hamper setengah daun-daun yang ditelan itu tidak dapat dicerna. Sebagian besar waktu hidupnya dihabiskan untuk makan dan menyiapkan makanan.

Anak gajah menjadi dewasa setelah berumur 9-12 bulan. Setelah kawin, gajah betina akan bunting selama 20-22 bulan. Bayi gajah lahir dengan ukuran 1 meter, dapat berdiri setelah 5 menit dan dapat berjalan setelah 1 jam. Umur gajah rata-rata sampai 60 tahun.

Pada hari-hari pertama, kaki gajah yang baru lahir masih goyah dan perlu dibantu oleh induknya. Gajah yang baru lahir bergantung pada sentuhan, penciuman, dan pendengaran, karena penglihatannya masih buruk. Kontrol terhadap belalai masih lemah, sehingga belalai bergerak maju mundur dan akibatnya dapat tersandung. Pada minggu kedua, anak gajah dapat berjalan lebih tegap dan kontrol terhadap belalai lebih kuat. Setelah melewati bulan pertamanya, anak gajah dapat mengambil, memegang, dan menempatkan benda di mulutnya, namun belum dapat menghisap air melalui belalainya dan harus minum langsung dari mulutnya. Anak gajah juga masih bergantung pada induknya dan tetap berada di dekatnya. (Fikih Fauna | PPS)

Keistimewaan dan khasiat (Hayatul Hayawan)

  1. Tulang gajah bila digantungkan pada leher anak kecil yang sedang pingsan, insya Allah  segera sadar.
  2. Gadingnya bila ditempelkan pada pepohonan maka pohon itu tidak akan berbuah pada tahun itu.
  3. Asap dari pembakaran tulang gajah berguna menghilangkan hama tanaman.
  4. Minum kotoran kuping gajah membuat seseorang tidur selama tujuh hari. Empedunya berkhasiat menyembuhkan kusta. Caranya cukup diolesi dan dibiarkan selama tiga hari. Insya Allah.
  5. Tulangnya bila dibakar di dalam rumah maka semua kutu busuk di rumah itu bisa mati.

Ta’wil Mimpi (Al-Isyarat fi ilmil ‘ibarot)

  1. Bermimpi makan daging gajah pertanda akan mendapatkan harta sebanyak kadar daging yang dimakan.
  2. Bermimpi melihat gajah dalam peperangan pertanda pasukan yang menunggang gajah akan menang.
  3. Bermimpi gajah sedang dibunuh dalam satu Negara pertanda rajanya akan segera mati.
  4. Bermimpi dilepar dan ditindih gajah pertanda diri akan mati.
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar