Tips Untuk Membantu dan Menghindari Stres Pada Anak

Tips Untuk Membantu dan Menghindari Stres Pada Anak

Tips Untuk Membantu dan Menghindari Stres Pada Anak


Tips Untuk Membantu dan Menghindari Stres Pada Anak. Ini kelanjutan dari artikel saya sebelumnya tentang tips mengatasi stress pada anak. Sebelum kita membantu anak, sebaiknya kita tanyakan dulu apa yang mereka pikirkan untuk mengatasi maslah dirinya. Tujuannya bukan untuk menemukan jawaban terbaik bagi kita, tapi untuk melatih kemandirian mereka, minimal dalam berpikir.

Patut kita hindari menghakimi jawaban atau menunjukkan sikap meremehkan, seolah-olah jawabannya tidak berbobot. Yang seharusnya kita tunjukkan adalah menjadi pendengar yang baik dan merangsang mereka dengan pertanyaan yang membuat mereka terpacu untu berpikir menemukan solusinya.

Untuk masalah pergaulan, jangan sampai kita membela anak atau menyalahkan habis-habisan. Membela tanpa alasan, bisa melemahkan mental anak. Sebaliknya, menyalahkan anak yang sedang ada masalah, bisa memunculkan perasaan “tak seorang pun yang membantuku”.

Jadi bagaimana kita mengatasinya? Fokus saja pada persoalan untuk membantu bagaimana anak bisa lebih pintar dan bijak dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Untuk itu, mari kita bentuk strategi atau langkah-langkah berdasarkan kebutukan anak.

  1. Mengantisipasi: membantu anak mengerjakan PR atau mengajari langkah mudah dalam belajar. Sering berkomunikasi dengan anak agar cepat diketahui masalah yang mereka hadapi, atau memberikan perhatian yang tulus.
  2. Mengarahkan: misalnya menjelaskan atau mengarahkan sikap positif bahwa inilah yang harus diterima anak.
  3. Memperbaiki teknik dan siasat mental. Ini penting untuk melatih anak yang sedang bermasalah dalam pergaulan, yang menurut kita belum saatnya mengkonsultasikan dengan pihak sekolah.
  4. Memotivasi dan membesarkan hati anak, di ikuti dengan program nyata. Misalnya ketika anak mendapat nilai rendah dalam ujian atau dihukum sekolah saat teledor, kita harus mengajaknya meningkatkan kualitas belajar. Tanpa program nyata, bisa-bisa kita malah membohongi mereka.
  5. Melapor ke sekolah atau guru. Ini patut dilakukan jika anak mengalami bullying (perlakuan keras atau dikucilkan) yang didiamkan atau diluar kontrol guru, karena menimpa anak, maka fokus kita adalah problem dan solusi, bukan pribadi anak.

Ada konsep pendek yang bisa kita terjemahkan untuk membantu anak atau orang dewasa mengatasi stres: pertama, membiarkan, untuk hal yang tidak mungkin diubah. Kedua, melakukan sesuatu, untuk hal yang memang harus diubah atau masih bisa diubah. Ketiga, mengantisipasi kejadian atau akibat yang bisa membuat stres.

Upaya ini butuh proses. Orang tua tidak bisa langsung menyuruh anak untuk langsung melupakan atau membiarkan sesuatu yang menekan mereka. Membiarkan pun butuh proses. Dalam banyak hal, peranan waktu menjadi penting.