Manfaat Terapi Warna Untuk Kesehatan

Manfaat Terapi Warna Untuk Kesehatan

Manfaat Terapi Warna Untuk Kesehatan


Manfaat Terapi Warna Untuk Kesehatan. Berbagai penemuan para Ilmuwan Islam masih tetap berlaku dan berpengaruh sampai saat ini. Terbukti, terapi warna (kromoterapi) yang sudah dipraktekkan oleh dokter muslim abad ke-10 M, masih berguna dan dikembangkan oleh peneliti modern.

Tokoh islam yang memperkenalkan kromoterapi adalah Ibnu Sina (w. 1037 M), yang dikenal oleh masyarakat barat dengan nama Avicenna. Kurang lebih sembilan abad sebelum orang barat mengenal kromoterapi, Ibnu Sina sudah menguunakan warna sebagai salah satu sarana penting dalam mendiagnosa (mengenali) penyakit dan pengobatan.

Para peneliti modern pun menunjukkan bahwa saat melakukan terapi warna, reseptor marta secara silih berganti dapat mengatur waktu tidur dan terjaga, yang mempengaruhi aktivitas proses berpikir dan mood seseorang.

Terapi warna juga dapat mengurangi produksi melanin (hormon tidur) dan menstimulasi bioritme tubuh untuk terus aktif. Nah, berikut ini adalah warna-warna yang bisa membantu mengatasi masalah depresi dan kesehatan.

Warna Ungu (violet)


Warna ungu dalam terapi warna dapat menenangkan susunan saraf, otot, dan mendukung penyembuhan depresi. Bahkan, menurut penelitian Nasional Center for Health and Wellness, warna ungu dapat membantu mengobati organ tubuh yang terkena dampak stress.

Fungsi lainnya, warna ungu dalam terapi warna dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membantu membangun sel darah putih, relaksasi otot dan saraf, mengendalikan hati, menekan nafsu makan dan membantu tidur makin nyenyak.

Warna Biru (blue)


Warna biru dapat membuat orang yang memandangnya merasa damai secara mental dan fisik. Jika memiliki gangguan tidur yang disebabkan depresi, mengecat dinding kamar menjadi warna biru bisa menjadi pilihan terbaik.

Fungsi lainnya warna biru dalam terapi warnabisa meringankan rasa sakit dari luka bakar, iritasi, gatal-gatal, radang kulit, demam, meringankan kelelahan otot, obat penenang ringan tanpa efek samping, menyelaraskan semua proses sirkulasi, meringankan sakit kepala, disleksia (ketidakmampuan belajar) dan mengurangi tekanan pada mata.

Warna Kuning (yellow)


Warna kuning merupakan warna yang berhubungan dengan cakra solar plexus yang mempengaruhi intelektual dan pengambilan keputusan. Warna kuning dapat mengurangi keluhan penyakit yang berhubungan dengan stress. Efek lainnya dari warna kuning adalah dapat membantu meredakan rabun senja-malam karena menyaring werna biru, meningkatkan nafsu makan, penyembuhan untuk semua jenis kelumpuhan dari stroke ke organ lamban, memperkuat sistem saraf, memperkuat jantung sehingga sirkulasi lebih baik, menghancurkan cacing tubuh, membantu menghilangkan kelebihan kalsium dan deposito kapur.

Warna Oranye (orange)


Warna oranye adalah warna yang efektif dalam memperbaiki mood dan konsentrasi. Selain itu, warna oranye juga dapat membantu menekan perasaan takut yang seringkali disertai dengan kecemasan. Fungsi lain warna oranye dalam terapi warna adalah merangsang paru-paru dan kelenjar tiroid untuk meningkatkan oksigen ke dalam tubuh, merangsang kelenjar susu bagi ibu menyusui, mengurangi kram menstruasi, meredakan cegukan, meringankan pencernaan gas, perut kembung, meringankan alergi kulit dan abses (radang jaringan kulit).

Ada banyak cara untuk menerapkan terapi ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah dengan duduk dibawah lampu yang memancarkan cahaya berwarna, mengenakan pakaian berwarna, mengecat dinding rumah atau yang paling mudah dengan mengenakan kacamata berwarna.

Demikian beberapa warna yang biasa dipakai untuk terapi warna dan berpengaruh positif pada kondisi kesehatan fisik dan jiwa. Semoga bermanfaat…

Referensi :
color-medicine.com | meetdoctor.com | therapycolor.com | Buletin Sidogiri edisi 109