Skip to main content

follow us

Manfaat Jambu Biji Untuk Kekebalan Tubuh


Manfaat Jambu Biji Untuk Kekebalan Tubuh. Jambu biji yang bernama latin psidium guajava tersebar meluar sampai ke Asia Tenggara melalui Indonesia, sampai Asia Selatan, India, dan Srilangka. Warna buahnya yang merah (itu sebabnya buah ini disebut juga buah Jambu Biji Merah) memang cukup memikat. Rasanya juga manis. Bisa dibuat jus atau dimakan langsung sebagai buah pencuci mulut.

Jambu biji termasuk tanaman perdu, jadi memang bukan sembarang jenis tanaman. Batangnya memiliki banyak cabang dan rantingnya sangat keras. Permukaan kulit luar pohon jambu biji merah berwarna coklat dan licin. Jika kulit kayu jambu biji merah dikelupas akan terlihat permukaan batang kayunya yang basah.

Bentuk daun bercorak bulat telur dengan ukuran yang agak besar. Bunganya kecil-kecil berwarna putih dan muncul dari balik ketiak daun. Biji-bijinya banyak dan terdapat pada daging buahnya. Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Buah jambu biji merah warna kulitnya hijau muda dan dalamnya putih, namun makin tua warna buah bagian dalam makin merah dan warna kulit luarnya hijau kekuningan. Saat masih muda rasanya asam, namun jika matang akan berasa manis dan mengandung air. Di dalamnya terkandung tanin, kalori, vitamin A, B1, C, kalori, kalsium, fosfor, zat besi, protein, dan air.

Salah satu khasiat dari buah jambu biji merah yang cukup populer adalah untuk menambah kadar trombosit darah penderita demam berdarah. Bahkan, sejak zaman dulu orang sudah memanfaatkan buah ini untuk menjaga kekebalan tubuh karena kandungan vitamin C-nya yang cukup banyak.

Jambu biji merah juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Misalnya saja Diabetes Mellitus (DM). Penyakit yang banyak menghantui orang kota ini dapat disembuhkan dengan cara mengkonsumsi buah jambu biji merah, baik dengan cara dimakan langsung atau dijus terlebih dahulu. Itu semua berkat kandungan gula alami yang ada di dalam buah yang bisa tumbuh tanpa mengenal musim ini.

Referensi : Dr. Ir. Leni Herliani Afrianti, M.P. | 33 Macam Buah-buahan untuk Kesehatan | Alfabeta
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar