Skip to main content

follow us

Demam Bisa Menjadi Penawar Penyakit Lain


Demam Bisa Menjadi Penawar Penyakit Lain. Demam adalah salah satu penyakit yang sering dialami oleh bannyak orang, terutama anak-anak. Kehadiran penyakit ini sering membuat penderitanya berubah menjadi “anti air”. Tiba-tiba dia takut mandi dan menyentuh air karena khawatir panas tubuhnya menguap sehingga menyebabkan penyakitnya bertambah parah.

Padahal asumsi itu tidak benar, baik dari sisi medis maupun tinjauan Syariah. Hal itu berdasarkan hadits riwayat Abdulallah bin Umar, bahwa Rasulallah bersabda, “Sesungguhnya demam itu atau demam yang berat itu berasal dari uap api Jahanam. Maka dinginkanlah dengan air.” (HR. Bukhari-Muslim).

Hadits ini begitu tegas mengisyaratkan metode terapi air terhadap penyakit demam. Terapi ini bisa dilakukan dengan duacara yang saling melengkapi:

Mandi dengan air sejuk.
Minum air sejuk, untuk mendinginkan suhu tubuhnya dari dalam. Tapi tidak semua penyakit demam bisa diobati dengan terapi air sejuk, seperti yang dijelaskan dalam hadits di atas. Sebab, demam bisa saja berupa reaksi atau gejala dari berbagai penyakit lain seperti malaria, tifus, bahkan maag atau lainnya.

Jadi penyakit demam sendiri bermacam-macam. Ada yang muncul sendirian tanpa disertai penyakit yang lain. Ada yang muncul bersamaan dengan beberapa penyakit lain yang sama parahnya, atau bahkan lebih parah dari demam itu sendiri.

Ada jenis demam yang bisa hilang sendiri tanpa diobati, dan ada yang memerlukan perawatan medis yang serius.

Dalam kitab at-Thibbun-Nabawi, Ibnu Qayyim member penjelasan sebagai berikkut: “Dawuh-nya beliau Dalam hadits ini khusus untuk penduduk Hijaz dan sekitarnya. Karena kebanyakan penyakit demam yang terjadi di sana termasuk demam sehari, yakni yang terjadi karena panas terik matahari. Demam semacam itu bisa diatasi dengan air dingin, dengan cara diminum atau dibuat mandi.

Terkadang demam juga bisa sangat bermanfaat bagi tubuh, bahkan bisa lebih berfungsi dari pada obat. Seringkali demam sehari dan demam itu terjadi faktor pematangan berbagai unsur berat dalam tubuh yang hanya bsa matang dengan demam tersebut. Terkadang juga berguna untuk membongkar sumbatan-sumbatan pada saluran darah dalam tubuh atau pada organ tubuh lainnya yang tak bisa diatasi dengan obat-obat pelarut.

Selain itu, penyakit mata klasik maupun jenis-jenis penyakit mata yang muncul belakangan ini, juga seringkali bisa disembuhkan oleh demam secara ajaib dan cepat. Demam juga berguna mengatasi penurunan stamina dan konvolsi berat, serta berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh kotoran-kotoran berat dalam tubuh.

Apa yang diungkapkan oleh Ibnu Qayyim semenjak lebih dari 700 tahun lalu ini ternyata diamini oleh banyak pakar medis modern. Sementara ini, demam menjadi hal yang menakutkan bagi masyarakat umum, terutama orang tua. Ketika anak mereka terserang demam, mereka terburu-buru untuk menurunkan panasnya. Padahal keberadaan demam justru berperan penting dalam proses penyembuhan penyakit. Bahkan pemberian obat penurun panas ketika anak demam terbukti lebih banyak menimbulkan dampak negatif dari pada positif.

Menurut Hillary Buttler, seorang peneliti dari Selandia Baru, demam memang diperlukan untuk ,meningkatkan kekebalan tubuh ketika terjadi infeksi. Sebaliknya pemberian obat penurun panas akan memberikan pengaruh negatif. Selain itu, semakin sering memberikan obat penurun panas pada anak karena penyakit infeksi, ternyata malah akan memperparah dan memperpanjang masa sakitnya.

Meski demikian, demam pada suhu yang sangat tinggi juga dikhawatirkan mengakibatkan step, yang seringkali berujung pada kematian, terutama pada anak-anak balita. Oleh sebab itu, bila sudah sedemikian parah harus ada penaganan medis segera. Dalam hal ini, cara yang diajarkan Rasulallah sangat efektif untuk menurunkan suhu tubuh ke batas yang tidak dianggap berbahaya lagi.

Sehingga jelas, bahwa demam yang bisa disembuhkan dengan terapi air sejuk hanya demam murni. Biasanya demam sepertiini mucul akibat sengatan panas matahari yang terlalu terik. Perubahan suhu udara secara tiba-tiba, atau seseorang tidak terbiasa dengan temperatur udara di lingkungan yang baru.

Walhasil, larangan mandi bagi orang yang sakit demam itu keliru. Sebab, menurut pengalaman hadits di atas, orang yang menderita demam biasa justru dianjurkan untuk membasahi tubuhnya dengan air sejuk.

Di samping itu, kehadiran penyakit demam perlu disyukuri. Bukan hanya karena bermanfaat menambah sistem kekebalan tubuh, ktapi juga karena Rasulallah bersabda, “Jangan kau mencaci demam, karena sesungguhnya ia menghilangkan dosa seperti api menghilangkan karet di besi.” (HR. Ibnu Majah.)

Referensi : Buletin Sidogiri | Inilah dia yakjuj makjud, Hal.96
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar