Skip to main content

follow us

Dampak Negatif Kegemukan Bagi Kesehatan


Dampak Negatif Kegemukan Bagi Kesehatan. Obesitas (kegemukan) banyak menimbulkan gangguan bagi kesehatan berbagai organ tubuh kita.

Biasanya pengaruh obesitas sangat dirasakan terutama pada jantung dan saluran (pembuluh) darah dengan jalan:

  1. Orang yang obesitas juga dapat terindap arteriosclerosis akibat dari endapan kolestrol pada dinding pembuluh darah, sehingga menimbulkan penggumpalan, angina pectoris (kejang jantung) dan serangan jantung.
  2. Kebanykan orang yang mengalami obesitas, mengalami kenaikan tekanan darah (tekanan darah tinggi), hasil dari melonjaknya jumlah darah yang seharusnya di salurkan untuk memberi suplai ke jaringan aliphatic (lemak).
  3. Ia juga dapat mengalami pertambahan kandungan zat garam, ini dikerenakan adanya peningkatan konsumsi makanan.
  4. Ia juga mengalami minimnya volume udara di paru-paru, sehingga tidak mampu mengeluarkan karbondioksida, dalam beberapa saat, hal itu sangat berpengaruh pada tekanan darah di jantung.

Jika kita perhatikan, mayoritas semua penyakit yang berkaitan dengan lemak selalu menjadikan jantung dan pembuluh darah sebagai target objek utamanya. Misalnya:

  1. Terjadinya gagal jantung.
  2. Meningkatnya tekanan darah (darah tinggi)
  3. Tejadinya Arteriosclosis
  4. Varises tulang

Anda jangan menganggap remeh bahaya yang ditimbulkan dari varises ini dengan sekedar melihat bentuknya yang menggangu kecantikan anda, akan tetapi varises juga dapat mengakibatkan penggumpalan kecil yang akan terus mengalir sampai ke paru-paru.
Masih disebabkan oleh lemak, ada pula beberapa penyakit lain seperti:

  • Cholecystitis dan pembentukan batu kecil, atau batu gin (calculous)
  • Arthritis (rheumatism) seperti pada persendian
  • Spinal column tulang belakang dan Persendian lutut yang gejalanya menyerupai encok.
  • Kanker rahim Tidak teratur dan terhentinya menstrurasi
  • Mengidap penyakit gula.

Secara ilmiah tidak diragukan lagi bahwa ada kaitan yang sangat erat antara lemak dan penyakit gula, dari riset diketahui bahwa dari sepuluh orang pengidap penyakit gula yang berusia empat puluh tahunan diketahui, bahwa Sembilan diantaranya adalah mereka yang menderita obesittas ataupun pernah mengalami kegemukan, dan hanya satu orang saja dari mereka yang benar-benar kurus, semua itu di sebabkan karena seseorang mengalami peningkatan kadar lemak di tubuhnya, maka kemampuan pancreas untuk menghasilkan insulin yang dibutuhkan untuk membakar lemak (nutrisi otot) menjadi murun, jadilah pancreas hanya menghasilkan insulin dalam jumlah yang sdikit dan mulailah sel-sel tersebut membesar sampai berakhir dengan timbulnya epek tersebut.

  • Obesitas dan kehamilan.

Obesitas menjadi masalah yang sangat besar, yang dihadapi oleh para wanita hamil, sama seperti masalah besar lainnya, dan hal itu menunutt kesungguhan dan keseriusan kita untuk selalu menjaga kehamilan semenjak awal kehamilan sampai masa persalinan tiba, pada bulan pertama, kehamilan wanita obesitas agak sedikt kasulitan untuk menentukan apakan ia telah mengalami kehamilan karena bentuk dinding perut yang agak tebal, ketidakmampuan sang wanita untuk menyadari kehamilannya pada bulan pertama itu, akan dapat mengakibatkan ia kehilangan kesempatan untuk memeriksa kesehatan kedokter kandungan dan melakukan tes laboraturium awal (baik darah maupun urien) untuk mengetahui berbagai penyakit yang harus ditangani pada bulan pertama kehamilan, disbanding wanita yang normal maka wanita obesits yang mengalami kehamilan lebih mudah reidap penyakit colpitis (vaginitis) dan dermatitis (penyakit kulit).

Rata-rata orang yang obesitas memiliki penyakit bawaan yang cukup membahayakan keselamatan janin dan juga mengancam keselamatan sang ibu. Obesittas dapat mengkibatkan perubahan pada letak susunan tulang belakang dan sangat mungkin akan terjadinya pergeseran kea rah depan sehingga mengakibatkan sempitnya rahim, sehingga kemungkinan besar dokter akan menganggap perlu melakukan persalinan cesar dan bukan dengan jalan yang normal. Wanita yang mengalami obesitas juga akan mempunyai permasalahan yang besar, ketika dilakukan ansteisi pada saat akan di laksanakan opersi cesar, dan obestas juga dapat menimbilkan keracunan kehamilan khususnya pada bulan-bulan akhir kehamilan. Pada masa pasca persalinan (Nifas) orang yang memiliki berat badan yang berlebih, mudah mengalami pembekuan darah pada organ bagian dalam.

  • Akan mengalami hernia dan distorsi tulang belakang.
  • Adanya tekanan kejiwaan yang menyertai penderita obesitas, karena orang yang melihat tubuh gemuk mereka cenderung menghina dan memperolok.

Demikian artikel Dampak Negatif Kegemukan Bagi Kesehatan, semoga manfaat.

Referensi :
Syaikh Adil Fahmi, Asrar an Nisa' Min al-Alif Ila Al-Ha' | Dar Al-Ghad Al-Jadid, Manshurah, Mesir 2005
Rahasia Wanita Dari A Sampai Z | Pustaka Al-Kautsar
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar