Skip to main content

follow us

Komitmen Islam Terhadap Dunia Kesehatan


Komitmen Islam Terhadap Dunia Kesehatan. Dalam hal menjaga kesehatan fisik, Islam memberi petunjuk agar manusia menjaga dua hal: Keberhasilan tubuh dan mengatur pola makan. Ini mengacu pada sebuah ayat yang artinya: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid; makan dan minumlah, dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf [7]):31).

Secara umum, fisik manusia dibagi menjadi dua: luar dan dalam. Untuk meraih kesehatan fisik, maka penjagaan terhadap dua hal ini diperlukan. Setidaknya, beberapa ajaran dalam Islam yang diantaranya kewajiban bercebok (istinjak)setelah membuang kotoran dan kesunatan mencukur bulu kemaluan adalah di antara penerapan untuk menjaga kesehatan bagian luar. Dalam beberapa kondisi, mandi juga dinilai sebagai ibadah sunah, atau bahkan wajib. Mempertegas anjuran menjaga kesehatan fisik ini, dalam sebuah Hadits disebutkan: “Sucikanlah tubuh-tubuh kalian, niscaya Allah menyucikan kalian.”

“Mohonlah kepada Allah keyakinan dan kesehatan, karena tidak ada sesuatu setelah pengampunan yang didapatkan oleh  seseorang yang lebih baik dari pada kesehatan”. (HR. Ahmad, Tirmidzi)

Hadits di atas tampak memberikan penegasan akan arti penting kesehatan. Tentu saja, kesehatan lahir dan batin  adalah anugerah yang besar dari sisi Allah SWT kepada kita, dank arena itu, kita dianjurkan untuk menhupayakannya. Diceritakan, seorang Arab Badui mendatangi Rasulallah SAW dan berkata, “apa yang harus aku minta kepada Allah setelah shalat lima waktu?” Beliau menjawab, “Mintalah kepadaAllah kesehatan”. Si Badui mengulangi pertanyaannya sampai tiga kali. Maka rasulallah menjawab pada  ketiga kalinya: “Mintalah kepada Allah kesehatan di dunia da akhirat”.

Begitulah Islam. Sebagai Agama , Islam tidak hanya mengatur bagaimana umatnya dapat hidup sebaga hamba yang saleh, tetapi juga mengajarkan untuk meraihhidup tenteram dan sehat. Hal yang hampir pasti tidak didapati pada agama-agama, aliran-aliran dan kepercayaan lain. Perhatian khusus yang sangat besar itu meliputi tiga aspek dalam kehidupan manusia; kesehatan fisik, psikis, dan lingkungan.

Untuk kesehatan dalam Islam menerapkan aturan agar tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Rasulallah SAW bersabda, “Tidak ada anak Adam memenuhi bejananya yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap yang sekadarnya dapat membuatnya (kuat) bangun. Jika tidak memungkinkan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk nafasnya.”

Untuk minum , Rasulallah SAW melarang agar tidak bernafas di dalam gelas tempat minum. Rasulallah SAW juga melarang minum menggunakan pecahan gelas dan melarang meniup saat minum. Dalam cara minum, Rasulallah menganjurkan agar meminum air dengan beberapa tegukakn. Alasan beliau karena lebih nyaman, lebih baik dan bermanfaat, serta lebih menyembuhkan. Rasulallah juga melarang minum sambil berdiri, karena dapat mendatangkan gangguan pada liver atau hati.

Untuk menjaga kesehatan psikis, Islam mengajarkan untuk senantiasa menjaga sikap, selalu berpikir positif (husnuz zhan) dan menjaga hawa nafsu agar tetap sabar dan tenang. Islam menganjurkan untuk senantiasa membersihkan hati dari sifat culas, sombong, dll. Saat terjadi emosi dan marah, Islam menganjurkan agar cepat berwudhu’ agar tubuh menjadi rileks dan tenang. Untuk meraih ketenangan batin, Islam mengajarkan shalat, doa, dan dzikir agar selalu dekat kepada Allah SWT, dan tidak galau dalam menghadapi goncangan persoalan duniawi.
Menjaga Lingkungan

Dalam hal menjaga lingkungan, Islam telah menaruh perhatian yang amat besar terhadap kebersihan lingkungan, seperti tanah, udara, cuaca, dan iar. Islam juga telah menekankan berbagai pedoman dasar dalam kebersihan, uapaya pencegahan penyakit, penyebaran wabah, dll. Dala hal ini, Nabi Muhammad SAW telah meletakkan pedoman dasar lingkungan dan kebersihan melalui perilaku keseharian Nabi SAW sendiri, mendahului pesan-pesan riset modern mengenai stressing terhadap lingkungan dan pengaruhnya terhadap kesehatan secara umum.

Dalam hal ini, Islam menegaskan sejumlah larangan dan anjuran: larangan mengotori air, larangan memotong pohon dan tanaman di tempat-tempat umum, menganjurkan untuk membersihkan halaman rumah dan memerintahkan untuk menghilangkan sesuatu sapat mengusik pengguna jalan umum, serta melarang membuang kotoran di tempat bertiupnya angin.

Apa-apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ini adalah cerminan nyata bahwa pemeliharaan terhadap lingkungan menjadi prioritas yang harus dikerjakan, untuk dapat menjadi sehat. Sebab, kebersihan lingkungan dapat mengantarkan manusia dan makhluk yang lain untuk meraih ketentraman.

Dalam hal kebersihan lingkungan, dalam suatu kesempatan Rasulallah SAW bersabda, “Takutlah kalian terhadap dua perkara  yang dilaknat.” Sahabat bertanya, “apa dua hal tersebut wahai Rasulallah?”, Nabi Muhammad menjawab, “Membuang hajat di jalan orang-orang atau tempat berteduh mereka.” (HR. Muslin).

Dalam hadits lain, Rasullah menganjurkan untuk membersihkan jalan namun. Nabi Muhammad SAW bersabda,”Aku melihat seorang lelaki menikmati syurga pada sebuah pohon yang telah ia potong dari tengah jalan. Pohon itu sering mengsuik orang-orang yang berjalan.” (HR.Muslim)

Termasuk kategori menjaga lingkungan adalah menghindari pencemaran terhadap air. Sebab, mayoritas penyakit, khususnya Bilharzia (penyalit msnudis ysng disebabkan oleh parasit cacing) dan Ancylostoma (penykit cacing), dapat mnyebarkan melalui pencemaran sumber-sumber air keruh, pembuangan sampah radioskti juga menyebabkan air tanahtercemar. Dalam hal ini Rasulallah SAW bahwa suatu ketika Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hindarilah tiga hal yang dilaknat,”  ada yang bertanya, “Apa hal-hal yang dilaknat itu, wahai Rasulallah/” Rasulallah menjawab,”Salah seorang di antara kalian duduk (mengeluarkan kotoran) di bawah tempat berteduh, atau di jalan, atau di air yang jernih.” (HR. Ahmad).

Kata duduk dala hadits ini berbentuk kiasan yang berarti membuang airkecil atau airbesar. Menurut hadits ini, orang yangmelakukan hal demikian “dilaknat”. Pelarangan Nabi SAW terhadap pencemaran air lebih ditegaskan lagi dalam hadits yang diriwatkan oleh Abu Hurairah RA. Nabi SAW bersabda. “Seseorang jangan sampai kencing di air yang tergenang, lalu ia mandi, atau berwudhu’ darinya.” (HR. An-Nasa’i)

Petunjuk-petunjuk tentang kebersihan dan kesucian di atas merupakan ajaran Islam yang harus ditegakkan, agar umat manusia senantiasa hidup bersih bisa kita jadikan pedoman hidup menuju kesehatan jasmani dan rohani.
Disclaimer: Postingan blog ini tentang dunia kesehatan, blogger, dan teknologi. Jika kurang berkenan, mohon kiranya untuk memberikan kritik dan saran via kolom komentar, atau via contact menu.

Artikel Terkait:

Buka Komentar